Archive for April, 2010


Ben 10 Alien Force: The Rise of Hex


Apa jadinya jika Ben melawan Hex yang telah bangkit kembali?

Nantikan game baru Ben 10 Alien Force: The Rise of Hex (Kebangkitan Hex),  di bulan Mei 2010!!


Ben 10 Alien Force:

Vilgax Attacks

Pengembang   : Papaya Studio

Penerbit          : D3 Publisher

Genre              : Aksi

Sistem             : Playstation 2

Pemain            : 1 orang

Memory Card : 605 kb

Rating              : Semua Umur

Tahun              : 2009

(Juga untuk Nintendo Wii, XBOX 360, dan Nintendo DS)

Petualangan Alien Lagi, Musuh Lama Lagi!?

Siapa tidak kenal Ben Tennyson? Atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan Ben 10? Anak muda pemilik jam tangan alien Omnitrix yang sekarang sudah remaja berumur 15 tahun itu kembali bertualang bersama sepupu setengah aliennnya Gwen Tennyson, dan musuh lama Kevin Levin, dalam game baru Ben 10 Alien Force: Vilgax Attacks.

Setelah beberapa usaha penyelematan Bumi dari invasi alien, Vilgax sang musuh bebuyutan Ben entah bagaimana telah kembali! Alien berkepala gurita yang jahat, kejam, dan bermaksud menguasai seluruh galaksi itu sekarang sudah lebih besar, ahli pedang dan pistol, berpenampilan baru… Dan membawa pasukan alien baru! Setelah mengumpulkan 5 bola energi untuk menghidupkan Null Void Projector (Pembuat Gerbang ke Null Void; tempat pembuangan penjahat galaksi dan alien jahat serta ganas) dari berbagai planet, Vilgax langsung menginvasi Bumi dengan pasukan alien yang hampir tak terbatas jumlahnya. Ben, Gwen dan Kevin langsung memerangi mereka semua, tapi usaha mereka sia-sia karena jumlah pasukan Vilgax terlalu banyak. Profesor Paradox muncul membawa pesan penting kakek Max Tennyson; lalu mengirim Ben dkk kembali ke waktu sebelum Vilgax mendapat 5 bola energi tersebut, untuk mendapatkannya lebih dulu dan menyelamatkan masa depan Bumi.

Kali ini, Benar-Benar Ben 10!

Permainan dalam Ben 10 Alien Force: Vilgax  Attacks mengalami peningkatan drastis dari sebelumnya; terutama dari segi permainan, juga fitur. Coba saja, begitu memulai permainan di Bellwood, kamu bisa langsung mengakses 10 alien Ben!! Spidermonkey, Humungosaur, Big Chill, Swampfire, Goop, Cannonbolt, Brainstorm, Echo-Echo, Chromastone, dan Jetray. Variasi alien yang mencapai dua kali lipat ini menambah keunikkan permainan berlipat-lipat!

1. “Kiikik!?” Dengan Spidermonkey, selain bisa menghajar musuh ala simpanse dan menjerat robot dengan jaring, kamu bisa melompat dua kali, berayun ke tempat jauh ala Spider-Man, serta memanjat pipa-pipa tipis untuk mencapai tempat tinggi.

2. Mau yang BESAAARR??? Humungosaur bisa menghancurkan mobil, mendobrak pintu baja dan batu karang, menarik benda-benda besar dan berat, serta menghantam musuh dengan gempa bumi.

3. Mau AC alam? Tidak tahan cuaca panas belakangan ini? Big Chill membekukan para musuh, membuat danau es, terbang melayang ke tempat jauh atau mengarungi aliaran udara ke atas bukit, serta menghilang bak hantu!

4. Ingin para pasukan Vilgax merasakan cuaca panas dan kering? Swampfire menyemburkan api, merambatkan tanaman ke musuh, serta membuat ledakan gas!

5. Ingin menggilas musuh seperti mobil balap, memutar tombol rahasia, serta menggelinding di lubang sirkuit atau memantul-mantul dahsyat dan cepat bak bola pinball? Pakai Cannonbolt!

6. Siapa bilang agar-agar itu lembek? …Oke, memang lembek, tapi tidak lemah! Goop menembakkan ‘jelly’ tubuhnya, berjalan gontai dan menyibak musuh seperti agar-agar, serta menempel seperti lendir di tembok untuk mencapai tempat tinggi!

7. Merasa dirimu pintar atau jenius? Ingin jago teka-teki dan puzzle seperti Einstein? Putar dan tekan Omnitrix-mu… Coba lihat sebesar apa ukuran otak, gelombang listrik yang dipancarkan, serta medan pelindung magnetik milik Brainstorm!

8. Daripada teriak di karaoke, lebih baik bergaung kepada rombongan alien jahat dengan Echo-Echo! Perbanyak dirimu sampai lima orang untuk mengeroyok musuh, teriakkan gelombang ultrasonik untuk membuat dinding suara frekuensi tinggi, membuat putaran totem manusi— eh alien, atau sekedar menyuruh salah satu klon untuk menekan tombol! ^_^

9. Pantulkan sinar! Pancarkan sinar! Pukulan sinar! Tembakkan sinar! Pelindung sinar! Ledakan sinar!  Jual berlian dan silikon! (…Eh?) Chromastone!!!

10. Terbang cepat, kuat, bermata dan berekor laser, sebagai Batman— Eh, kelelawar merah hebat (tapi seram), Jetray!

???. …Apa, Alien X? Ayolah, kalian tidak mau berdebat dengan Serena dan Bellicus kan? Makanya Ben tidak memasukkannya dalam pilihan Omnitrix di game ini! 😄

Sayangnya ben terlalu berlebihan memakai perubahan cepat Omnitrix dalam merobohkan Mr. Smoothy (maskot minuman favorit Ben), sehingga Ben tidak bisa lagi mengakses semua aliennya dan Azmuth pun mengomel (namanya juga Ben!). Ben terpaksa menunggu dengan sabar sampai energi jam Omnitrix kembali pulih, supaya semua aliennya kembali satu-persatu.

Mengarungi Planet-Planet Alien, Dimensi lain, Bahkan Null Void!

Tidak hanya aliennya, tempat-tempat yang kamu datangi sepanjang petualangan pun banyak… Bahkan sampai ke planet lain, dengan menaiki Ship!! Pemain mulai di kota Bellwood di Bumi, untuk menghentikan serangan Vilgax ke kota sekaligus merobohkan tangan kanan Vilgax: Psyphon. Setelah ditolong profesor Paradox, pencarian bola energi dimulai di Planet Vulpin, tempat asal Wildmutt yang gelap, penuh cairan gas peledak dan alien ular (berkepala dua) buas! Melewati reruntuhan zaman kuno dinosaurus di Planet Terradino asal Humungosaur, yang diganggu sang penyihir genit Charmcaster. Memecahkan susunan mesin canggih nan rumit di Planet Enchepalon IV asal otak jenius (?) Brainstorm, dengan sang Darkstar menunggumu. Dibantu nenek Verdona Tennyson, masuk ke dimensi lain Anur Phaetos tempat tinggal Ghostfreak yang penuh jebakan duri, kegelapan maut, serta hantu-hantu (hii!!). Bertemu Cooper si maniak teknologi (dan penggemar Gwen) di Planet Morotesi asal Chromastone, dengan berlian (serta bor…) bertaburan di mana-mana, dan Albedo (tiruan jahat Ben, mantan asisten Azmuth) menantang! Belum lagi menemukan bola energi rahasia yang disembunyikan kakek Max di Null Void dari tangan jahat D’Void (Dr. Animo, sebenarnya). Semuanya nanti akan diselesaikan di kapal perang Vilgax; Ben dan Vilgax, satu lawan satu!!!

Game ini mengalami banyak sekali peningkatan; sepertinya pembuat game ini sadar akan kritik fans dan kekurangan game sebelumnya, sehingga hampir semua kekurangan sebelumnya tertutupi. Pertama dan paling penting, sekarang Ben bisa berubah menjadi 10 alien (benar-benar Ben 10!), membuat permainan menjadi jauh lebih kompleks dan menarik dengan kempampuan unik 10 alien. Kedua, levelnya jauh lebih panjang dan penuh variasi, dari berbagai planet asal alien sampai dimensi lain dan Null Void. Ketiga, grafis 3D-nya masih terkesan kurang hidup, tapi jauh lebih mulus dan cantik dari sebelumnya. Meskipun masih tersisa kekurangan seperti tidak bisa memainkan Gwen dan Kevin, kombo serangan alien masih kurang banyak, efek pukulan ke musuh kurang terasa (tidak ada getaran yang menadakan serangan kita sudah kena), pengisian suara yang bagus tapi volumenya terlampau kecil dibanding BGM (Background Music) dan SFX (Sound Effect) sehingga tidak maksimal, serta atmosfir yang masih gelap. Namun semua cukup tertutupi dengan adanya berbagai video menarik sepanjang permainan yang bisa dilihat kembali di Bonus Material, meskipun tidak ada gambar sketsa.

Usaha Papaya Studio, D3 Publisher, serta havok sudah bagus, tapi harusnya bisa jauh lebih hebat lagi jika diberi waktu lebih. Jangan terburu-buru! Pokoknya ini game yang wajib dimainkan bila kalian penggemar Ben 10 Alien Force. Luasai kekuatan 10 alien di Omnitrix-mu! Siap…? “Waktunya pahlawan!”

Nilai:

Grafis              : 75      B++

Suara               : 65      B+

Permainan      : 80      B++

Fitur                 : 65      B+

Cerita              : 75      B+

Keseluruhan   : 72 B+

E (0-20)           : Parah

D (21-40)         : Buruk

C (41-60)         : Kurang

B (61-80)         : Lumayan

A (81-99)         : Bagus

S (100)             : SEMPURNA

How to Train Your Dragon (3D)


How to Train Your Dragon (3D)

Penulis           : Cressida Cowel

Studio             : Dreamworks

Produksi        : Paramount Pictures

Genre              : Petualangan, Fantasi

Tipe                  : CG (Computer Graphics)

Format            : DVD

Rating              : Remaja

Tahun               : 2010

“Ini adalah Pulau Berk. Jika tempat lain punya hama tikus dan belalang, kami punya… Naga.”


How to Train Your Dragon adalah film animasi yang diangkat dari novel tahun 2003 berjudul sama karya Cressida Cowel. Di penghujung lautan yang keras dan kurang beredab, terdapat Pulau Berk; tempat tinggal sekelompok bangsa Viking yang gagah perkasa, berotot tebal, serta pemberani (juga keras kepala), hidup damai dengan berburu dan menggembalakan domba. Tentu saja ada hama-hama nakal yang berusaha mencuri ternak mereka… Ups; bukan tikus, belalang, gagak, atau si kancil, tapi… NAGA! Bertarung melawan makhluk bersayap penyembur api ini adalah tugas mulia bagi bangsa Viking; maka seorang remaja terlemah (juga terkurus) di antara bangsa Viking lainnya: Hiccup Horrendeous Haddock III (Jay Baruchel), bermaksud ikut maju di baris depan. Walau dia murid pintar dari pandai besi Gobber the Belch (Craig Ferguson), Hiccup sangat lemah dan ceroboh, sehingga Stoic the Vast (Gerard Butler), ketua suku Viking sekaligus ayah Hiccup, melarangnya. Untuk membuktikan diri, Hiccup memakai pelontar meriam buatannya sendiri untuk menjatuhkan Night Fury, naga paling berbahaya, kuat, dan tak pernah dilihat sosoknya. Walau dia berhasil, tapi tak ada yang percaya. Hiccup pun nekat pergi ke tengah hutan tempat naga itu jatuh, untuk mengambil bukti kepalanya. Hiccup bertemu naga hitam yang sebenarnya tidak terlalu besar ini, yang jatuh di dekat danau karena sayap ekornya putus sebelah. Pada akhirnya Hiccup tak tega untuk membunuh naga itu dan membiarkannya, bahkan dia tidak mau lagi ikut bertempur karena takut. Sayangnya  ayah Hiccup terlanjur mendaftarkannya menjadi murid di tempat latihan khusus melawan naga, sehingga Hiccup kebingungan.

Apa Sebenarnya “Naga” Itu?

Di tengah kebingungan itu Hiccup mengunjungi naga hitam tersebut, lalu tanpa sengaja bersahabat dengannya dan memberinya nama Toothless (tak bergigi) karena melihatnya tidak punya gigi (sebenarnya punya, tapi disembunyikan). Melalui Toothless, Hiccup mempelajari setiap karakteristik naga: suka makan ikan, tidak tahan dikelitik di dagu, suka menangkap cahaya layaknya seekor kucing, dan… tidak agresif! Pandangan Hiccup tentang naga dari yang dipercayai bangsa Viking selama ini berubah; mereka bukanlah mahkluk buas kejam yang haus darah, tetapi hanya binatang liar yang suka berkelompok seperti singa dan bisa terbang seperti burung. Semua pengetahuan ini membuat Hiccup menaklukkan berbagai naga di tempat latihan tanpa kekerasan, membuat  Astrid Hofferson (America Ferrera) sang murid unggul iri. Persahabatan Hiccup dan Toothless semakin erat sampai Hiccup membuatkan sayap baru dan pelana; menunggangi Toothless, juga belajar mengendarainya dan menjadi penunggang naga pertama. Namun ayah Hiccup tak lama mengetahuinya dan marah besar; bahkan mengikat Toohtless dan mengurung Hiccup sebagai pengkhianat bangsa Viking. Tapi Hiccup tak menyerah. Bersama-sama Astrid, Snotlout Jorgenson (Jonah Hill) yang sok jago tapi berani, Tuffnut dan Ruffnut Thorston (T.J. Miller dan Kristen Wiig) anak kembar yang selalu bertengkar, Fishlegs Ingerman (Cristhoper Mintz-Plasse) anak gembul yang hafal semua status naga (ala RPG), Hiccup dan Toothless menemukan rahasia dari bangsa naga, serta alasan mereka terus menyerbu Pulau Berk. Walau bertaruh nyawa, Hiccup bersikeras membuktikan bahwa manusia dan naga bisa hidup bersama dengan saling memahami.

Pemahaman Terhadap Sesama

Film yang luar biasa ini menunjukkan dengan jelas bahwa tidak semua yang kita percayai selalu benar. Sudah sejak lama kita harus selalu mendengarkan orang lain, berbicara serta berpikir dahulu sebelum menduga-duga yang buruk, dan tak main hakim sendiri. Kenyataannya memang masih banyak sekali orang yang mudah terpancing amarah dan membuat perkelahian, yang semuanya berujung pada penderitaan keluarga serta korban warga. Namun dengan memahami satu sama lain, kita bisa menghindari pertikaian tak perlu dan membangun ikatan kekeluargaan antar sesama kita, walau berbeda dalam banyak hal.Hendaknya kita belajar dari film ini; sabar mendegarkan orang lain, berani untuk mengetahui kebenaran, dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

“Sekali lagi, ini adalah Pulau Berk. Jika tempat lain punya hewan setia anjing, kucing dan burung, kami punya… Naga.”

Nilai:

Grafis           : 90    A+

Suara           : 85    A+

Cerita           : 95    A+

Keseluruhan : 90 A+

E (0-20)        : Parah

D (21-40)      : Buruk

C (41-60)      : Kurang

B (61-80)      : Lumayan

A (81-99)      : Bagus

S (100)         : Sempurna!

Selamat Paskah 2010!


Apa kabar semuanya? Tentu sehat-sehat saja, kan? Akhirnya kita semua mencapai tanggal 4 April, Hari Raya Paskah, hari kebangkitan Tuhan! Kalian semua terutama yang sudah dewasa pasti lelah, apalagi dengan menu pantang yang dijalani.

Pantang itu memang bukan tidak ada alasannya, tapi menahan diri kita untuk suatu hal yang sangat disukai. Entah itu dalam bidang makanan, minuman, atau kegiatan tertentu. yang umu dikenal orang adalah pantang daging, pantang pesta, pantang menghaburkan uang, bahkan  pantang marah. memang bukan hal yang mudah; terutama bila itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Dengan mudahnya godaan datang dan memaksa kita untuk melanggarnya. Rasanya sangat sulit dan menjengkelkan!! …Bukan kalian pikir begitu?

Untuk kalian yang berhasil, saya ucapkan SELAMAT!!!

Untuk yang tidak… Tidak, tidak akan diejek kok. Walau gagal, pasti kalian tetap mendapat suatu pelajaran; mengenai apa yang harus dilakukan, serta apa yang harus dihindari.

Hidup itu sulit dan rumit, lebih kompleks dari kode program sebuah komputer induk negara. Tapi tetap saja kata ‘menyerah’ tidak ada dalam pilihan kita. Yang ada hanya ‘fight’ saja!

Walau tidak tahu ada apa di hari esok… Untuk sekarang istirahatlah sejenak dan makan hamburger yang sudah lama kalian nantikan (bagi yang pantang daging atau sejenisnya). Nikmatilah, agar hati kalian kembali hangat untuk memperbaharui diri!


Miles Edgeworth: Ace Attorney

[INVESTIGATIONS]

Pengembang  : Capcom

Penerbit        : Capcom

Genre           : Persidangan

Sistem          : Nintendo DS

Pemain          : 1 orang

Ukuran Game : 64 MB

Rating           : Remaja

Tahun           : 2009

Salam jumpa lagi, gamers! Maaf sekali, karena sudah sekian lama tidak mengupdate! Benar-benar maaf! X_X Tapi tenang, karena review game yang baru ada di sini! Sebelum mengeluarkan seri ke-5 dari game sidang Phoenix Wright, Capcom menyuguhkan kasus-kasus misteri yang penuh logika dan tak kalah seru dalam game Miles Edgewoth: Ace Attorney –INVESTIGATIONS-.

Sesuai judulnya; game kali ini menceritakan tentang Miles Edgeworth, jaksa jenius yang merupakan lawan sekaligus sahabat lama Phoenix Wright. Game ini mengambil setting di masa absen Edgewoth, tepatnya saat Phoenix Wright: Ace Attorney –Trials and Tribulations-, tepatnya setelah Edgeworth pergi ke luar negeri pada akhir Phoenix Wright: Ace Attorney –Justice For All-.

Sambutan Hangat untuk Jaksa: Kasus Pembunuhan!

Cerita dimulai dengan Edgeworth yang baru saja tiba dengan pesawat; tepatnya pada tanggal 14 Maret, jam 2 dini hari. Setelah perjalanan melelahkan dari luar negeri, jaksa berciri khas pakaian formal warna ungu tua ini akhirnya pulang kembali ke kantornya di Gedung Jaksa. Baru saja akan bersantai di dalam, Edgeworth mendapati pintu kantornya… tidak terkunci? Begitu memasuki kantornya yang gelap gulita, Edgeworth langsung mencium bau darah dan menemukan… mayat seorang detektif!! Sedetik setelah pemandangan mengerikan itu, sang pelaku masuk dan menodongkan pistol pada Edgeworth.  Walau Edgeworth selamat, sang pelaku berhasil kabur. Bukannya takut, jaksa jenius ini membuat pernyataan berani:

“Tak ada yang lolos setelah melakukan pembunuhan di kantorku. Tak ada!”

Masalah tak berhenti sampai di situ; karena setelah menyelesaikan kasus petama, muncul pesan misterius yang menyatakan kembalinya sang pencuri legendaris “Yatagarasu”, pencuri yang selalu ‘mencuri kebenaran’ dari suatu kasus, untuk membongkarnya di muka umum. Seketika ingin mencari tahu lebih lanjut, Edgeworth semakin terseret dalam intrik dengan jaksa genius lainnya Franziska von Karma, penyelidik Interpol yang garang Shi-Long Lang, bahkan gadis ninja aneh yang mengaku-ngaku “Yatagarasu ke-2”, Kay Faraday, bahkan masalah perang antara dua negara yang berseteru!!

Mulai Investigasi!

Berbeda dengan seri Ace Attorney sebelumnya; untuk mengumpulkan sidik jari, bukti foto, maupun senjata pembunuh yang bisa menjadi bukti, kita tidak lagi menunjuk bagian tertentu dari TKP dengan kursor. Sebagai Edgeworth, pemain akan berjalan mengitari ruangan dengan bebas seperti game RPG. Pemain bisa bertanya pada setiap orang yang ditemui, memeriksa rak buku, meneliti bekas peluru di dinding, membuka laci meja, dan menemukan sidik jari pada barang tertentu. Dari petugas forensik, polisi, maupun warga sipil dapat dimintai keterangan mengenai apa saja yang berhubungan dengan kasus. Edgeworth pun tidak sendirian, karena di game ini ada sistem “Partner”. Selain orang-orang yang ditemui di tempat kejadian, pemain bisa menyentuh tombol Partner di layar sentuh DS untuk meminta pendapatnya. Tergantung situasi dalam kasus, Edgeworth bisa ditemani Detektif Dick Gumshoe bawahan setianya, jaksa berumur 18 tahun Franziska von Karma ‘saudari angkat’-nya, atau bahkan Kay Faraday sang pencuri Yatagarasu yang legendaris (!?). Walau mungkin mereka tidak terlalu bisa diandalkan (terutama Gumshoe), pemain bisa bertanya pada mereka mengenai keadaan saat ini maupun membahas ulang semua informasi yang terkumpul. Semua barang maupun informasi penting yang ditemukan Edgeworth akan disimpan di Organizer, untuk digunakan sebagai petunjuk menyelesaikan kasus.

Seperti yang dikatakan Edgeworth: “Kita tidak boleh melewatkan petunjuk apapun, baik yang kecil sekalipun, jika ingin menemukan kebenaran.” Dari barang bukti yang sudah terkumpul, pemain bisa memeriksanya lagi dengan lebih teliti untuk menemukan petunjuk baru. Misalnya saja dengan memeriksa pistol, kita dapat mengetahui bahwa hanya ada satu peluru yang ditembakkan. Atau bila mencocokkan lubang peluru di dinding dengan pistol yang ditemukan tadi, kita dapat mengetahui bahwa ada 2 pistol berbeda yang digunakan oleh si pelaku! Bahkan kita bisa menemukan bercak darah, sidik jari, atau bekas lainnya sebagai bukti tegas,  jika memutar barang bukti yang didapat di sudut yang tepat!

Temukan Dengan Logika

Jika sebagai seorang pengacara, Phoenix Wright jago menggertak; sebagai seorang jaksa, Edgeworth ahli dalam bersikap tenang dan menggunakan logika. Saat memeriksa tempat kejadian, pasti ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak pemain. Setiap kumpulan informasi tersebut akan disimpan dalam pikiran Edgeworth, baik hal kecil maupun besar. Dengan menghubungkan pertanyaan-pertanyaan atau informasi tersebut satu sama lain, informasi baru akan terbentuk! Seperti “Apa hanya kebetulan pembunuhannya terjadi di kantor Edgeworth?” dengan “Setiap pintu di Gedung Jaksa terkunci rapat.”, dari kedua informasi tersebut, kita bisa secara logis berpikir bahwa kejadian in bukan kebetulan, karena tidak mungkin masuk ke dalam kantor seorang jaksa tanpa kuncinya! Walau terdengar sederhana, hal ini sangat penting untuk mengolah informasi yang ada.

Tanpa Sidang, Tanpa Hakim… Adu Argumentasi!

Didukung tim forensik dan detektif Dick Gumshoe, jaksa kita Miles Edgeworth berusaha menguak kebenaran dari berbagai kasus rumit. Namun jika lokasi tidak memungkinkan, bagaimana sidang bisa digelar!? Seperti saat Edgeworth dituduh sebagai pelaku pembunuhan di atas pesawat dengan ketinggian 9000 kaki, atau di taman bermain, bahkan museum! Di saat seperti itu, Edgeworth harus beradu Argumentasi (Rebuttal) antar penyelidik lain, petugas berwajib, bahkan warga sipil, untuk membuktikan siapalah yang benar. Seperti game Phoenix Wright sebelumnya, pemain harus melakukan “Press” (atau berkata “Hold it!”) pada lawan bicara untuk menelusuri setiap perkataan dari saksi maupun penyelidik lain, apakah benar-benar relevan atau tidak. Saat menemukan kejanggalan atau hal apapun yang tidak sama dengan fakta yang ada, pemain harus mengajukan keberatan dengan menunjukkan barang bukti yang bisa mematahkan klaim dari pihak lawan lewat “Present” (atau berkata “Objection!”), sehingga bisa mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.

Seperti saat pramugari Rhoda Teneiro menuduh Edgeworth telah membunuh korban dengan benda berlumuran darah yang dipegangnya saat menemukan mayat. Bagaimana mungkin, padahal benda itu jelas adalah sebuah dompet, yang hanya berlumuran jus anggur!? Dengan mengajukan dompet itu sebagai bukti, tuduhan pramugari tersebut dapat dipatahkan, sekaligus melepaskan tuduhan dari Edgeworth. Tapi para saksi maupun penyelidik akan terus membuat argumen baru, supaya merekalah yang dianggap benar. Apapun yang mereka lakukan, selama fakta berkata lain, pasti ada kejanggalan tersisa dalam argumentasi yang sempurna sekalipun! Dengan begini pun pemain bisa melepaskan orang lain yang seharusnya tidak bersalah dari tuduhan, sekaligus menemukan pelaku sebenarnya.

Sanggupkah Edgeworth menguak identitas pelaku, atau jati diri sang pencuri legendaris? Temukan jawabannya dalam investigasi bersama Miles Edgeworth dan kawan-kawan!!

Nilai:

Grafis           : 83    A

Suara           : 86    A+

Permainan     : 89    A+

Fitur             : 87    A

Cerita           : 95    A+

Keseluruhan : 85 A

E (0-20)        : Parah

D (21-40)      : Buruk

C (41-60)      : Kurang

B (61-80)      : Lumayan

A (81-99)      : Bagus

S (100)         : Sempurna!