Tag Archive: ace attorney


Ghost Trick: Phantom Detective


Ghost Trick: Phantom Detective

Pengembang  : Capcom

Penerbit        : Capcom

Genre           : Misteri, Puzzle

Sistem          : Nintendo DS

Pemain          : 1 orang

Ukuran Game : 131 MB

Rating           : Remaja

Tahun           : 2011

Seri Misteri Baru Tahun 2011!

Shu Takumi sang pencipta seri Ace Attorney (Phoenix Wright, Miles Edgeworth) bersama tim pengembang Capcom ingin menciptakan seri misteri yang baru ala Ace Attorney series. Namun apakah kita, para gamer, tidak bosan bermain argumen dan pembuktian berbau hukum di persidangan terus? Berisi inovasi fresh dan baru, tapi tetap kental dengan pengungkapan misteri dan pencarian kebenaran- Mata seorang gamer sejati akan menyala-nyala bila menemukan game seperti itu.

Paduan misteri, humor, dan petualangan mengejar kebenaran khas Shu Takumi yang baru; sebuah game solid campuran visual novel dan petualangan point n’ click yang sempurna: “Ghost Trick: Phantom Detective”!! Setelah meraih gelar “Game DS Terbaik” tahun 2010 di E3, game ini ‘menyebrang sungai’ menuju dataran Amerika yang luas dan langsung menjadi game super fenomenal di awal tahun 2011 ini.

Di awal cerita, Tokoh Utamanya SUDAH TEWAS

Jam 7 malam lewat 2 menit. Di gunung-gunung sampah pinggiran kota seorang wanita berambut merah ditodong pembunuh bayaran dengan sebuah
shotgun. Lelaki berjas merah tersungkur aneh di tengah-tengah mereka… Sissel, sang tokoh utama kita terbangun tanpa ingatan (amnesia)- dalam keadaan tewas! …Nah lho; tahu-tahu tokoh utamanya kok sudah mati. Sendirinya sudah mati, bagaimana bisa menolong!? Begitulah pikir Sissel, sampai ada suara gaib yang mengajarinya soal “Trik Hantu” [Ghost Trick], kekuatan yang dimiliki orang mati tertentu saja. Dengan kekuatan merasuki dan memanipulasi benda-benda mati serta “Memutar Balik Waktu” [Rewind Time] ke 4 menit sebelum kematian korban, Sissel menyelamatkan wanita bernama Lynne tersebut.

Suara gaib memperkenalkan diri sebagai “Ray”, sebuah lampu duduk berwarna merah modis. Ray memperingatkan bahwa malam itu akan terjadi banyak kejadian misterius di kota; kemudian Lynne adalah ‘kunci’ dari sebab-mula semua itu, termasuk tentang ingatan Sissel yang hilang. Dengan mengikuti Lynne, Sissel bertemu berbagai macam orang yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kejadian misterius di kota. Adik, binatang kesayangan, teman, polisi, detektif… Banyak yang terlibat sekaligus tewas dalam kasus ini. Setiap kali Sissel menyelamatkan satu dari mereka, kenyataan luar biasa di balik kematiannya perlahan mulai terbuka… Misteri luar biasa yang akan MENGUBAH DUNIA.

Siapakah Sissel? Siapa yang telah membunuhnya dan untuk apa? Apa hubungannya dengan Lynne dan orang-orang di dekatnya? Kenapa kasus 10 tahun dan 5 tahun lalu terus disebut-sebut? Apa maksud istilah “Temsik” yang diucapkan sang hitman? Sebegitu pentingkah kotak musik yang dipegang oleh Lynne?Apakah kekuatan [Ghost Trick] Sissel hanya keajaiban semata yang tak ada hubungannya?? Lalu, apa maksudnya hal yang akan ‘mengubah dunia’ itu??? Sissel akhirnya bertekad untuk melindungi Lynne serta semua orang yang tewas oleh ‘pelaku misterius’- sang dalang di balik semua ini dengan kekuatan “Ghost Trick” miliknya, supaya tidak satu nyawa pun terenggut.

Namun Sissel harus cepat. Dia harus menyelamatkan semua orang, menemukan serta menghentikan sang pelaku, juga mengungkap fakta tentang dirinya sendiri sebelum waktu habis. Kenapa? Saat fajar menjelang; ditandai dengan terbitnya matahari esok harinya, jiwa Sissel akan lenyap dari dunia ini dan berangkat ke dunia sana… Benar; Sissel hanya punya waktu satu malam saja untuk menuntaskan segala hal sebelum semuanya terlambat…!

Trick Time!

Uncomparable. Itulah ungkapan tersingkat sekaligus paling tepat bagi seluruh aspek permainan Ghost Trick. Hantu di cerita ini tidak punya tangan dan kaki atau berbicara, tapi sebagai gantinya bisa menyampaikan pikiran masing-masing secara telepati. Tanpa kaki, bagaimana bisa bergerak? Pemain bisa membuat Sissel berpindah ke Dunia Hantu dengan menyentuh tombol [Ghost] di sudut kiri bawah Touch Screen DS (atau menekan tombol L). Di Dunia Hantu selain waktu terhenti, seluruh pandangan akan berubah seperti Ghost-Ray: membedakan mana benda mati dan makhluk hidup, sekaligus melihat [Core] yang mereka miliki. Di sini Sissel (dalam wujud bola arwah), bisa berpindah dari core satu ke core lain dengan cara men-drag bola roh Sissel dengan jari atau touch pen/stylus. Dari pagar pembatas, gitar, kursi, persendian mesin, tempat tidur, gelas, lampu, layar TV, bahkan garpu, serbet, bola karet, sampai tissue toilet! Sissel bisa merasuki (hampir) benda mati apa saja untuk mencapai tempat tujuan. Bahkan bisa menembus dinding dan lantai ataupun atap! (…Hantu, gitu!) Tapi, jangkauannya terbatas dan harus ada benda yang cukup dekat untuk berpindah. Untuk berpindah ke tempat yang sangat jauh, Sissel bisa merasuki telepon dan ‘membajak’-nya untuk pergi ke tempat nomor yang diketahui.

Tergantung jenis benda itu sendiri, Sissel bisa memanipulasinya dengan menyentuh tombol [Trick] di sudut kanan-bawah touch screen (atau menekan tombol A). Misalnya dengan marasuki pagar, Sissel bisa membuatnya terbuka sendiri ke atas. Dengan merasuki kipas angin, Sissel bisa membuatnya berputar (walau tanpa listrik). Dengan merasuki roda, Sissel bisa membuatnya menggelinding ke depan. Dengan merasuki remote, Sissel bisa menyalakan atau mematikan TV. Dengan merasuki tangga, Sissel bisa merentangkan atau melipatnya, dan masih banyak lagi.

Trick yang bisa dilakukan suatu benda akan ditunjukkan di layar atas DS, serta keadaan dan bentuknya. Akan tetapi tidak semua obyek bisa di-trick, seperti benda yang menempel di dinding atau lantai (karena memang tidak bisa bergerak), perlu bantuan benda lainnya terlebih dulu, terlalu berat, atau sudah rusak. Bukan itu saja; untuk melakukan suatu Trick Sissel juga harus kembali dulu ke dunia nyata (di mana waktu berjalan), sehingga pemain harus mengaktifkan Trick-nya secepat mungkin di timing yang tepat. Seiring permaianan, kekuatan “Ghost Trick” yang bisa gamer coba akan semakin bertambah…

4 Minutes Before Death

Setiap Chapter cerita dibagi berdasarkan jam; yang dimulai dari pukul 7.02 malam, membuat waktu menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Setiap Chapternya, selain menarik informasi dari orang-orang dan benda menggunakan Ghost Trick (memeriksa dokumen, membaca catatan, dll), Sissel seringkali menemui korban tewas dan harus menyelamatkannya. Dengan merasuki core orang mati tersebut, Sissel bisa memundurkan waktu dengan [Rewind Time] ke 4 menit sebelum kematian korban. Di ‘dunia 4 menit’ itu Sissel melihat kejadian terakhir yang menyebabkan korban tewas secara mendetail, lalu berusaha mengubahnya dalam waktu 4menit pula (ditunjukkan lewat jam pasir di layar atas DS).

Seperti di Chapter 1 Lynne tewas karena ditembak, Sissel harus berusaha menghentikan penembak tersebut. Namun ‘perubahan nasib’ tidak dilakukan secara instan. Pertama-tama harus mengalihkan perhatiannya dengan suara gitar dan bel sepeda. Dengan begitu Lynne bisa lari cukup jauh, sehingga nasibnya berubah sedikit dan kesempatan untuk betul-betul menolongnya akan terbuka: menjatuhkan bola besi tepat di atas kepala sang hitman untuk membuatnya K.O. 🙂 Walau waktu habis, ada kesalahan, atau melewatkan kesempatan, pemain bisa bebas mengulang 4 menit tadi dengan tombol [Hourglass] di pojok kanan-atas touch screen. Pemain juga bebas memeriksa ulang setiap profil orang-orang yang ditemui atau nomor telepon yang dimiliki sekaligus menyimpan data permainan (Save Game) dengan tombol [Record] di pojok kiri-atas touch screen (atau tombol START). Tak lupa ada fitur [Chapter Select] yang memudahkan pemain melanjutkan dari mana saja, ataupun berbagi dengan teman tanpa khawatir soal Save Data.

‘Trik’ Terbaik Sepanjang Masa!

Grafis 3D game ini sangat menakjubkan melebihi game-game DS lain. Setiap karakter, background tempat, serta semua benda terwujud nyata dalam bentuk halus. Gerakan setiap karakter, walau dalam grafis 3D, sangat luwes dan SAMA SEKALI TIDAK KAKU. Baik berjalan, berlari, berbiacara, jatuh, bahkan menari (???) ditampilkan super smooth tanpa sedikitpun grid kotak-kotak kasar di model karakter atau animasi pergerakannya dibanding game DS lain yang menggunakan grafis 3 Dimensi (MENANG TELAK dari Kingdom Hearts 358/2 Days!).

Permainannya pun jauh lebih variatif dalam pemikiran otak dibanding seri Ace Attorney. Melalui proses trial & error, pemain diarahkan untuk menganalisa setiap sebab dan akibat dari trick yang mungkin dilakukan. Pemain diwajibkan jeli mengamati setiap kemungkinan yang dimiliki suatu benda; entah dari aspek kegunaannya, beratnya, bentuknya, bahannya, trick yang bisa dilakukan, juga urutan melakukannya. Tidak jarang pemain juga wajib memperhatikan pola gerakan dari setiap orang untuk membimbing mereka ke arah yang diinginkan. Contoh: Saat penjaga lewat, Sissel bisa pindah ke ‘rompi anti peluru’ yang dipakainya, dan bisa menumpang sampai ke ujung koridor, lalu baru pindah ke benda lain dalam kamar dituju (yang jaraknya jauh dari tempat semula). Pemikiran cerdas, fleksibel, dan fokus pemain sungguh-sungguh ditempa lewat puzzle-puzzle cerdik sepanjang 18 Chapter game menakjubkan ini.

Itu belum termasuk tingkah konyol dari para karakternya; yang sudah sangat mengakar di seri game Ace Attorney garapan Shu Takumi. Lynne sang detektif amatir yang tetap riang dan energik walau sudah mati berkali-kali (dan diselamatkan berkali-kali), Nearsighted Jeego si pembunuh bayaran dengan rabun dekat (kenapa tidak beli kacamata juga sampai sekarang?), One Step Ahead Tengo yang selalu mau satu langkah di depan (bahkan berani melangkahi bosnya), Kamila sang gadis cilik yang (terlalu) santai (membaca buku dan minum jus dengan tenangnya walau sedang disandera), Missile si anjing Pomeranian pemberani yang hanya ahli menggonggong (serta membuat tetangga marah), Menteri Hukum (Justice Minister) yang SANGAT rendah diri, Inspektur Cabanela yang selalu menari dengan NORAK setiap saat (bahkan di TKP dan saat interogasi), Penjaga Taman yang melindungi taman dari kehancuran (sekaligus tinggal gratis di sana), Koki ahli memasak ayam dan menyanyi, Satpam pelupa yang jago menari “Panic Dance” (Tarian Panik), anak band rock, maniak kare, dan masih banyak! Karakter mereka yang sangat alami, hidup, dan realistis (sebagian besar…) ditulis dalam dialog menawan oleh Shu Takumi- Alhasil benar-benar menciptakan atmosfer yang seimbang antara misteri dan humor sehingga meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua pemainnya.

Tidak perlu takut mencoba- Jangan takut gagal- Lakukan terus dengan berbagai cara tanpa menyerah- Untuk meraih kemenangan! Adalah semangat positif terbaik pemberian cuma-cuma game ini bagi pemainnya untuk memperbaiki semangat juang dalam diri kita. Baik mencari kebenaran, bertanding, belajar, atau aspek hidup apapun dalam hidup semua punya tujuan sama: menang! Hal yang ingin kita capai dengan sekuat tenaga, lewat semangat membara yang takkan sirna oleh batas hidup dan mati- Sebagaimana ditunjukkan Sissel dalam Ghost Trick. Mari kita raih impian dan tujuan kita dalam hidup- Tanpa perlu basa-basi atau muluk-muluk, terus naik ke puncak yang ingin kita capai dengan semangat jiwa yang berkobar-kobar bak kobaran api roh Sissel!

Nilai:

Grafis           : 100   S

Suara           : 90    A+

Permainan     : 100   S

Fitur             : 80    A

Cerita           : 100   S

Keseluruhan : 94 A+

E (0-20)        : Parah

D (21-40)      : Buruk

C (41-60)      : Kurang

B (61-80)      : Lumayan

A (81-99)      : Bagus

S (100)         : Sempurna!

Advertisements

Miles Edgeworth: Ace Attorney

[INVESTIGATIONS]

Pengembang  : Capcom

Penerbit        : Capcom

Genre           : Persidangan

Sistem          : Nintendo DS

Pemain          : 1 orang

Ukuran Game : 64 MB

Rating           : Remaja

Tahun           : 2009

Salam jumpa lagi, gamers! Maaf sekali, karena sudah sekian lama tidak mengupdate! Benar-benar maaf! X_X Tapi tenang, karena review game yang baru ada di sini! Sebelum mengeluarkan seri ke-5 dari game sidang Phoenix Wright, Capcom menyuguhkan kasus-kasus misteri yang penuh logika dan tak kalah seru dalam game Miles Edgewoth: Ace Attorney –INVESTIGATIONS-.

Sesuai judulnya; game kali ini menceritakan tentang Miles Edgeworth, jaksa jenius yang merupakan lawan sekaligus sahabat lama Phoenix Wright. Game ini mengambil setting di masa absen Edgewoth, tepatnya saat Phoenix Wright: Ace Attorney –Trials and Tribulations-, tepatnya setelah Edgeworth pergi ke luar negeri pada akhir Phoenix Wright: Ace Attorney –Justice For All-.

Sambutan Hangat untuk Jaksa: Kasus Pembunuhan!

Cerita dimulai dengan Edgeworth yang baru saja tiba dengan pesawat; tepatnya pada tanggal 14 Maret, jam 2 dini hari. Setelah perjalanan melelahkan dari luar negeri, jaksa berciri khas pakaian formal warna ungu tua ini akhirnya pulang kembali ke kantornya di Gedung Jaksa. Baru saja akan bersantai di dalam, Edgeworth mendapati pintu kantornya… tidak terkunci? Begitu memasuki kantornya yang gelap gulita, Edgeworth langsung mencium bau darah dan menemukan… mayat seorang detektif!! Sedetik setelah pemandangan mengerikan itu, sang pelaku masuk dan menodongkan pistol pada Edgeworth.  Walau Edgeworth selamat, sang pelaku berhasil kabur. Bukannya takut, jaksa jenius ini membuat pernyataan berani:

“Tak ada yang lolos setelah melakukan pembunuhan di kantorku. Tak ada!”

Masalah tak berhenti sampai di situ; karena setelah menyelesaikan kasus petama, muncul pesan misterius yang menyatakan kembalinya sang pencuri legendaris “Yatagarasu”, pencuri yang selalu ‘mencuri kebenaran’ dari suatu kasus, untuk membongkarnya di muka umum. Seketika ingin mencari tahu lebih lanjut, Edgeworth semakin terseret dalam intrik dengan jaksa genius lainnya Franziska von Karma, penyelidik Interpol yang garang Shi-Long Lang, bahkan gadis ninja aneh yang mengaku-ngaku “Yatagarasu ke-2”, Kay Faraday, bahkan masalah perang antara dua negara yang berseteru!!

Mulai Investigasi!

Berbeda dengan seri Ace Attorney sebelumnya; untuk mengumpulkan sidik jari, bukti foto, maupun senjata pembunuh yang bisa menjadi bukti, kita tidak lagi menunjuk bagian tertentu dari TKP dengan kursor. Sebagai Edgeworth, pemain akan berjalan mengitari ruangan dengan bebas seperti game RPG. Pemain bisa bertanya pada setiap orang yang ditemui, memeriksa rak buku, meneliti bekas peluru di dinding, membuka laci meja, dan menemukan sidik jari pada barang tertentu. Dari petugas forensik, polisi, maupun warga sipil dapat dimintai keterangan mengenai apa saja yang berhubungan dengan kasus. Edgeworth pun tidak sendirian, karena di game ini ada sistem “Partner”. Selain orang-orang yang ditemui di tempat kejadian, pemain bisa menyentuh tombol Partner di layar sentuh DS untuk meminta pendapatnya. Tergantung situasi dalam kasus, Edgeworth bisa ditemani Detektif Dick Gumshoe bawahan setianya, jaksa berumur 18 tahun Franziska von Karma ‘saudari angkat’-nya, atau bahkan Kay Faraday sang pencuri Yatagarasu yang legendaris (!?). Walau mungkin mereka tidak terlalu bisa diandalkan (terutama Gumshoe), pemain bisa bertanya pada mereka mengenai keadaan saat ini maupun membahas ulang semua informasi yang terkumpul. Semua barang maupun informasi penting yang ditemukan Edgeworth akan disimpan di Organizer, untuk digunakan sebagai petunjuk menyelesaikan kasus.

Seperti yang dikatakan Edgeworth: “Kita tidak boleh melewatkan petunjuk apapun, baik yang kecil sekalipun, jika ingin menemukan kebenaran.” Dari barang bukti yang sudah terkumpul, pemain bisa memeriksanya lagi dengan lebih teliti untuk menemukan petunjuk baru. Misalnya saja dengan memeriksa pistol, kita dapat mengetahui bahwa hanya ada satu peluru yang ditembakkan. Atau bila mencocokkan lubang peluru di dinding dengan pistol yang ditemukan tadi, kita dapat mengetahui bahwa ada 2 pistol berbeda yang digunakan oleh si pelaku! Bahkan kita bisa menemukan bercak darah, sidik jari, atau bekas lainnya sebagai bukti tegas,  jika memutar barang bukti yang didapat di sudut yang tepat!

Temukan Dengan Logika

Jika sebagai seorang pengacara, Phoenix Wright jago menggertak; sebagai seorang jaksa, Edgeworth ahli dalam bersikap tenang dan menggunakan logika. Saat memeriksa tempat kejadian, pasti ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak pemain. Setiap kumpulan informasi tersebut akan disimpan dalam pikiran Edgeworth, baik hal kecil maupun besar. Dengan menghubungkan pertanyaan-pertanyaan atau informasi tersebut satu sama lain, informasi baru akan terbentuk! Seperti “Apa hanya kebetulan pembunuhannya terjadi di kantor Edgeworth?” dengan “Setiap pintu di Gedung Jaksa terkunci rapat.”, dari kedua informasi tersebut, kita bisa secara logis berpikir bahwa kejadian in bukan kebetulan, karena tidak mungkin masuk ke dalam kantor seorang jaksa tanpa kuncinya! Walau terdengar sederhana, hal ini sangat penting untuk mengolah informasi yang ada.

Tanpa Sidang, Tanpa Hakim… Adu Argumentasi!

Didukung tim forensik dan detektif Dick Gumshoe, jaksa kita Miles Edgeworth berusaha menguak kebenaran dari berbagai kasus rumit. Namun jika lokasi tidak memungkinkan, bagaimana sidang bisa digelar!? Seperti saat Edgeworth dituduh sebagai pelaku pembunuhan di atas pesawat dengan ketinggian 9000 kaki, atau di taman bermain, bahkan museum! Di saat seperti itu, Edgeworth harus beradu Argumentasi (Rebuttal) antar penyelidik lain, petugas berwajib, bahkan warga sipil, untuk membuktikan siapalah yang benar. Seperti game Phoenix Wright sebelumnya, pemain harus melakukan “Press” (atau berkata “Hold it!”) pada lawan bicara untuk menelusuri setiap perkataan dari saksi maupun penyelidik lain, apakah benar-benar relevan atau tidak. Saat menemukan kejanggalan atau hal apapun yang tidak sama dengan fakta yang ada, pemain harus mengajukan keberatan dengan menunjukkan barang bukti yang bisa mematahkan klaim dari pihak lawan lewat “Present” (atau berkata “Objection!”), sehingga bisa mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.

Seperti saat pramugari Rhoda Teneiro menuduh Edgeworth telah membunuh korban dengan benda berlumuran darah yang dipegangnya saat menemukan mayat. Bagaimana mungkin, padahal benda itu jelas adalah sebuah dompet, yang hanya berlumuran jus anggur!? Dengan mengajukan dompet itu sebagai bukti, tuduhan pramugari tersebut dapat dipatahkan, sekaligus melepaskan tuduhan dari Edgeworth. Tapi para saksi maupun penyelidik akan terus membuat argumen baru, supaya merekalah yang dianggap benar. Apapun yang mereka lakukan, selama fakta berkata lain, pasti ada kejanggalan tersisa dalam argumentasi yang sempurna sekalipun! Dengan begini pun pemain bisa melepaskan orang lain yang seharusnya tidak bersalah dari tuduhan, sekaligus menemukan pelaku sebenarnya.

Sanggupkah Edgeworth menguak identitas pelaku, atau jati diri sang pencuri legendaris? Temukan jawabannya dalam investigasi bersama Miles Edgeworth dan kawan-kawan!!

Nilai:

Grafis           : 83    A

Suara           : 86    A+

Permainan     : 89    A+

Fitur             : 87    A

Cerita           : 95    A+

Keseluruhan : 85 A

E (0-20)        : Parah

D (21-40)      : Buruk

C (41-60)      : Kurang

B (61-80)      : Lumayan

A (81-99)      : Bagus

S (100)         : Sempurna!

Apollo Justice: Ace Attorney


Apollo Justice-AA Box FrontApollo Justice: Ace Attorney

Pengembang   : Capcom

Penerbit          : Capcom

Genre              : Persidangan

Sistem             : Nintendo DS

Pemain            : 1 orang

Ukuran Game  : 65 MB

Rating              : Remaja

Tahun              : 2007

Seri ke-4, Era Baru Persidangan

Setelah sidang-sidang keras, sulit, serta terasa mustahil dipecahkan 005oleh Phoenix Wright di ketiga game sebelumnya, sekali lagi Capcom menyuguhi kita sebuah game sidang: Apollo Justice!! …Tunggu dulu; Apollo Justice, bukan Phoenix Wright? Siapa Apollo? Ke mana Phoenix Wright? Yap, bahkan setelah baru mendapat game ini, Capcom sudah memberi misteri di depan mata kita; bahkan sebelum kita mulai memainkannya!! Game sidang satu ini memberi sedikit perubahan lebih pada para pemain; dalam hal grafis, suara, serta investigasi. Game ini menyimpan 4 kasus super rumit; logika menembus batas, trik nyaris mustahil, juga sistem persidangan baru yang pasti akan membuat jiwamu terguncang hebat!! Kalau merasa tidak KEBERATAN dengan semua itu, siapkan mentalmu!!!

7 Tahun Berlalu, “Api” Baru Berkobar

Kisah game ini dimulai sekitar 7 tahun setelah akhir game Phoenix Wright 5-1yang ke-3 (Trials and   Tribulations); seorang pengacara pembela baru Apollo Justice yang dibimbing oleh gurunya Kristoph Gavin, mengambil sebuah kasus pembunuhan. Seorang pria yang menang main kartu poker di Klub Borscht Bowl, dipukul dengan botol bir sampai tewas oleh lawannya yang kalah (yang sekarang menjadi tersangka). Ini hanya sebuah kasus kriminal biasa, tapi tidak jika tersangkanya adalah… Phoenix Wright!? Apollo sebagai salah satu orang yang mengaguminya, tidak percaya pada apa yang terjadi. Phoenix Wright (sekarang 33 tahun) 004diketahui telah pensiun dari  jalur hukum 7 tahun yang lalu; sekarang bekerja sebagai pemain piano di Klub Borscht Bowl, walau tidak bisa main sedikitpun. Tugas sebenarnya adalah melayani tamu yang ingin bermain poker, untuk berusaha mengalahkan Phoenix Wright yang tidak pernah kalah main poker selama 7 tahun terakhir (WOW!). Walau  sepertinya tak mungkin Phoenix Wright yang sudah kita kenal baik melakukan kejahatan, dia tampak menyembunyikan sesuatu! Bisakah Apollo membantu Phoenix Wright?

Masalah tak selesai setelah kasus pertama tadi, …tentu saja ya? Ternyata di kasus 7 tahun lalu, Phoenix Wright dianggap memalsukan barang bukti, sehingga lencana pengacaranya dicabut. Benarkah begitu? Sebelum bisa berpikir lebih jauh, Phoenix membuat Apollo menyadari bahwa  dengan sensitivitas yang dimilkinya, Apollo mampu melihat jelas kebiasaan seorang 116saksi dengan menyentuh gelang yang dipakainya! Lebih mengagetkan lagi, Phoenix punya seorang anak perempuan bernama Trucy Wright (15 tahun)!? Sejak kapan Phoenix punya anak??? Kantor Hukum Wright & Co. (Wright & Co. Law Offices) yang kita kenal pun di-‘sulap’ menjadi Agensi Bakat Wright (Wright Talent Agency); dengan 2 anggota Phoenix sang pianis dan Trucy sang pesulap. Karena hasil akhir di kasus pertama, Apollo kehilangan tempat kerjanya di Kantor Hukum Gavin. Meski bingung atas segala hal tadi serta penasaran karena Phoenix tidak mau cerita apa-apa, Apollo terpaksa bekerja di sana. Sebagai bagian di ‘bidang’ pengacara dalam agensi; Apollo ditemani Trucy yang ahli melakukan trik “Pak Topi” serta dinasehati Phoenix yang masih ahli membela, untuk menangani kasus-kasus rumit.

Di kasus-kasus berikutnya, Apollo akan melawan jaksa jenius Klavier Gavin. Klavier adalah adik dari guru Apollo Kristoph Gavin, sekaligus Klavier Gavinvokalis dan pemimpin dari grup band “The Gavinners”! Gayanya sangat cool; setiap kali membalas argumen Apollo, dia tak segan-segan memainkan melodi dari lagu Hit band-nya! Ema Skye (dari Phoenix Wright Ace Attorney pertama; kasus “Rise from the Ashes”) kembali dari luar negeri sebagai ahli investigasi ilmiah (-_-), yang membantu polisi dalam penanganan barang bukti kasus seperti sidik jari, bekas darah, dll. Dia sama terkejutnya dengan Apollo saat mendengar ‘perubahan’ Phoenix, sehingga dia bersedia membantu Apollo. Kasus demi kasus dilalui; Apollo perlahan menyadari bahwa semua kasus yang dia tangani sejak hari dia bekerja bersama Trucy dan Phoenix, bukan satu atau dua buah kebetulan. Pria misterius di Klub Borscht Bowl, hubungan antara Trucy dan kelompok Gramarye, kekuatan merasakan (Perceive) Apollo, sampai pemalsuan barang bukti 7 tahun lalu semuanya berhubungan… Ketika penyelidikan kembali kasus 7 tahun lalu dan kasus-kasus masa sekarang menjadi suatu keharusan, sistem baru pengadilan; Jurist dan MASON System diciptakan. Dengan kedua sistem yang belum jelas bentuk serta fungsinya tersebut,  “Kebenaran” apa yang menanti Apollo Justice di akhir jalan meja hijau baru?

Pengadilan Baru, Sistem Baru

Permainan dasar Apollo Justice sama seperti seri “Ace Attorney” t5sebelumnya; kamu berperan  sebagai Apollo sang pengacara pembela, dengan satu tujuan yaitu membuat klienmu (sebagai terdakwa) didakwa “Tidak Bersalah”. Sebelum hari persidangan, kamu sebagai Apollo harus mengunjungi berbagai tempat seperti TKP, Tempat Penahanan (Detention Center), rumah saksi, serta tempat-tempat yang berhubungan dengan kasus dengan Move. Di tempat-tempat itu kamu bisa menanyai para saksi dengan Talk; berbagai informasi mulai dari alibi orang-orang, waktu kejadian, alat pelaku, sampai hubungan dengan korban bisa ditanyakan. Seringkali saksi yang kamu tanya tidak mau bicara (seperti orang kebanyakan); maka kau harus menunjukkan suatu barang bukti atau benda lain yang ada dengan Present, supaya mereka mau membagi info. Jangan lupa pula memeriksa setiap barang dan perabot yang ada di tempat dengan Examine; percikan darah, amplop mencurigakan, dokumen rahasia, barang palsu, selongsong peluru, bahkan sandal aneh harus diperiksa dengan menyentuhnya di layar sentuh (touch screen). Berbagai barang tersebut bisa menjadi bukti (evidence) yang Apollo perlukan untuk menang di sidang!

013Saat sudah mengumpulkan cukup barang bukti, sidang akan dijalankan. Dalam sidang kamu akan dihadapkan pada saksi kasus yang disiapkan jaksa (lawanmu). Setelah penjelasan kasus oleh jaksa, sang saksi akan bersaksi di muka pengadilan. Tapi apa yang dikatakannya benar? Bila klienmu tidak bersalah, jelas bahwa dia berbohong atau salah lmenafsirkan kejadian! Pengadilan akan melakukan sebuah “Cross Examination”, sebuah pengujian kepada para saksi. Dalam sebuah “Cross-Examination”, Apollo bisa melakukan “Press” ataupun “Present”. Dengan menekan tombol Press (atau berteriak “Hold it!” di mic DS) di suatu kalimat yang diucapkan saksi, kamu bisa bertanya lebih jauh kepada saksi; entah untuk mendapat informasi baru atau memastikan faktanya. Perhatikan setiap perkataan saksi serta barang bukti di Court Record, agar bisa menemukan ‘lubang’ dalam kesaksiannya. Begitu kamu melihat ada yang janggal, ajukan KEBERATAN dengan barang bukti yang tepat pada saksi dengan tombol Present (atau berteriak “Objection!” di mic DS).

029030Contohnya dalam kasus “Turnabout Trump”; untuk membuktikan bahwa Phoenix Wright adalah pelaku kejahatan tersebut, jaksa Winston Payne memanggil saksi Olga Orly. 031032Olga Orly (Oh Really?) adalah pelayan dari Klub Borscht Bowl yang mengaku melihat kejadian pembunuhan. Dia bersaksi bahwa sang korban Shadi Smith mati dicekik Phoenix Wright. Bagaimana mungkin; karena jelas menurut laporan otopsi, korban tewas oleh pukulan benda tumpul! Ajukan keberatan dengan  laporan otopsi tersebut, maka saksi Olga Orly kaget bukan main karena kebohongannya ketahuan!!  Ada juga saat pemain harus menunjukkan titik penting dari suatu foto yang menjadi bahan penyelidikan, memeriksa setiap sudut barang bukti, dll untuk ‘memaksa’ saksi berkata jujur. Tapi Olga maupun setiap saksi lain tidak akan mengakui kebohongan/kesalahannya begitu saja; mereka akan memperbaiki kesaksiannya untuk menutupi rahasia yang mereka sembunyikan. Temukan terus kejanggalan dari kesaksian mereka untuk semakin mendekati kebenaran! Namun apa yang harus dilakukan bila sang saksi menutup mulut rapat-rapat…? Bagaimana bila semua barang bukti yang ada tidak dapat menggoyahkannya? Apa yang harus dilakukan Apollo jika ini terjadi?

Fokus dan Rasakan dengan Perceive System

Phoenix Wright memberi tahu bahwa Apollo memiliki senstivitas yang sangat 057tajam dibandingkan orang lain. Dengan kemampuan tersebut, Apollo bisa melihat setiap detil dengan fokus. Setiap  orang; saat menyembunyikan sesuatu pasti merasa gugup, berkeringat, atau takut; terutama ketika mendengar kalimat mengenai hal yang mereka sembunyikan atau takutkan. Di saat-saat seperti itu, orang tersebut cenderung melakukan suatu kebiasaan. Di sinilah kemampuan Apollo bisa dipergunakan; dengan menyentuh gelang miliknya (sentuh gambar gelang atau tekan X), mata Apollo akan fokus. Saat saksi mengucapkan kesaksiannya, Apollo bisa melihat gerakan lambat dari saksi tersebut. Saat memperhatikan setiap kata-katanya, saat menyebut suatu kata pasti ada kebiasaan yang dilakukan. Ketika menemukannya, arahkan fokus Apollo ke bagian tubuh saksi yang melakukan kebiasaan tersebut. Setlahnya tekan tombol Perceive, maka “Gotcha!” Apollo bisa memakai kebiasaan tersebut sebagai dasar teori, lalu jika dituntaskan dengan menunjukkan barang bukti, saksi tersebut tidak punya pilihan selain mengaku!

Contoh lagi. Saksi Olga Orly di kasus pertama tadi, mempunyai kebiasaan untuk selalu menyentuh  bagian belakang lehernya di bagian-bagian tertentu 066dari kesaksiannya. Di bagian kesaksian di mana dia melakukan kebiasaan itu, sentuh gelang Apollo di atas layar untuk mengaktifkan Perceive System. Mata Apollo akan memfokuskan pandangannya lebih dekat ke arah saksi (seperti di-zoom), sehingga semua detil gerakan tangan, kepala, mulut, mata, bahkan keringat akan terlihat jelas dalam gerakan lambat. Dalam keadaan itu kamu akan mendengar/membaca kata-kata saksi dalam gerakan lambat pula, jadi perhatikan di bagian kalimat mana dan kapan kebiasaan itu dilakukan. Saat sudah menemukannya, tekan tombol Perceive maka “Gotcha!” saksi K.O.! Saksi yang punya ‘kepribadian ganda’, bocah liar yang berlaga ala yakuza, dokter aneh, wartawan gila berita yang selalu memakai istilah jurnalis (end quote), pendiam yang menunjukkan ekspresi dengan gambar, dll. Sistem baru Jurist dan MASON yang akan menjadi puncak dalam penyelesaian kasus-kasu 7 tahun lalu dan sekarang akan sangat membantu pemain dalam menghubungkan setiap fakta dari kasus-kasus yang berbeda. Gunakan sebaik-baiknya untuk menarik fakta dari mulut mereka dan memecahkan setiap kasus!

Nilai:

Grafis                    : 82         A

Suara                     : 81         A

Permainan          : 81         A

Fitur                       : 81         A

Cerita                    : 95         A+

Keseluruhan      : 84         A

E (0-20)                 : Parah

D (21-40)              : Buruk

C (41-60)              : Kurang

B (61-80)              : Lumayan

A (81-99)              : Bagus

S (100)                  : Sempurna!


Phoenix Wright: Ace Attorney ¬Trials and Tribulations¬

Pengembang  : Capcom

Penerbit        : Capcom

Genre               : Persidangan

Sistem             : Nintendo DS

Pemain          : 1 orang

Ukuran Game         : 32 MB

Rating                       : Remaja

Tahun                        : 2007

Sidang Memuncak! Semakin Panas dan Kocak!?

Sekali lagi; setelah bertahan melalui berbagai pertarungan sidang sengit di Tigre 4“Justice For All”, Phoenix Wright kembali melangkahkan kaki di meja hijau sebagai pengacara pembela yang handal dan ahli (?) dalam game ketiganya ini: “Trials and Tribulations”. Phoenix kembali ditemani duo asistennya yang ribut: Maya dan Pearl Fey yang adalah medium roh dari Desa Spiritual Kurain (yang selalu memanggil Phoenix dengan sebutan “Nick”), guru kepercayaannya Mia Fey yang mantan pengacara (juga) sekaligus kakak Maya, juga lawan baru jaksa misterius: Godot. Sepak terjang detektif veteran (dan ceroboh) Gumshoe, sahabat Phoenix sejak SD yang selalu bernasib sial dan bersifat kacau Larry Butz, dan hakim-jenggot panjang yang mudah terpengaruh juga masih bisa kita nikmati; serta berbagai tokoh baru yang terlibat dalam kasus dengan kepribadian yang tak kalah hancurnya, di setiap kasus Mia dan Phoenix. Ya benar; untuk pertama kalinya kamu bisa memainkan Mia dalam penyelesaian kasusnya terdahulu! Dan bersamaan dengan itu, kamu akan menghadapi kasus Phoenix di masa sekarang! Berbagai intrik, humor, dan misteri; semua hal penting yang berhubungan, melewati masa lalu dan sampai ke masa sekarang!!

Masa Lalu dan Sekarang… Rantai Apakah Penghubungnya?

Cerita dimulai dengan Phoenix yang mengenang masa lalu 5 tahun yang lalu (saat dia masih mahasiswa, 21 tahun); tepatnya ketika Phoenix menjadi terdakwa (ternyata sudah pernah jadi terdakwa!) dalam kasus pembunuhan yang melibatkan pacarnya Dahlia Hawthorne (Nick punya pacar!? o_O), dan yang membelanya adalah Mia (waktu masih pemula sebagai pengacara, masih muda…)!! Benar, pemain akan memerankan Mia dalam menangani kasus pertama ini. Sebagai Mia, pemain akan dipandu Mr. Grossberg (masih ingat dia?) dalam mempelajari dasar-dasar sebuah “pertempuran” di sidang. Pemain pemula pun akan bisa mempelajarinya dengan mudah! Yah, Phoenix muda yang masih serampangan di masa kuliahnya itu memang malah menyulitkan Mia sih… Bicaranya tak karuan dan batuk-batuk terus (lagi flu). Baru mulai kasus kedua kamu kembali sebagai Phoenix yang sudah lebih matang (usia 26 tahun) di masa sekarang, untuk menyelidiki kasus-kasus baru di depan mata. Jangan terlalu berharap akan menemukan kasus yang normal dan mudah, karena kamu harus benar-benar memutar otak serta logika untuk mengungkap kenyataan dari 5 kasus super aneh, konyol, dan sangat sulit dipecahkan!!

Seperti yang biasa dilakukan polisi atau tim penyelidik; Phoenix harus berkeliling mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk atau barang bukti sebelum hari sidang dilangsungkan. Memakai  ‘’Examine’’, kamu bisa menunjuk pada suatu benda untuk diperiksa. Hal tr14aneh sekecil macam dapur penuh botol parfum, meja yang digenangi racun, markas pencuri, atau apapun harus dilihat secara teliti untuk menemukan bukti. Sudah tentu, bertanya pada semua orang terutama petugas kepolisian juga orang yang bisa menjadi saksi mata di tempat kejadian dengan ‘’Talk’’ sangat penting untuk mendapat informasi berguna. Sayangnya itu nggak gampang; karena seperti yang sudah diketahui para pemain veteran seri Phoenix Wright, semua saksi mata atau polisi sekalipun susah untuk dimintai keterangan. Berjuta alas an dari yang umum sampai keterlaluan dari para orang aneh itu, mengunci mulut mereka dengan ketat. Kalau begitu, satu-satunya cara adalah menunjukkan barang bukti ataupun profil seseorang yang bisa membuatnya berubah pikiran dengan ‘’Present’’. Ya, seperti di game kedua, kamu bisa memakai profil seseorang sebagai bukti! Tapi apa itu saja cukup untuk menerobos barikade mulut para tokoh aneh bin ajaib di game ini? Kayaknya ada yang kelupaan, deh… Apa ya…? …Kalian ingat?

Oh iya! Sebagian besar saksi yang tetap menyimpan rahasia meski lisa-1ditunjukkan bukti dan profil seperti apapun, perlu penanganan khusus. Dengan Magatama (benda spiritual yang sangat kuat, sering disebut bagian dari naga) dari Maya (Maya itu medium roh asli, lho), Phoenix bisa melihat rantai serta gembok di sekeliling orang yang menyembunyikan rahasia tersebut dan memaksa orang itu untuk mengatakannya. Memakai Magatama (dengan menunjukkannya), pemain harus menunjukkan barang bukti yang mendukung pertanyaan Phoenix untuk ‘membuka’ gembok satu persatu sampai seluruh gembok terbuka dan orang tersebut menyerah, memberitahu rahasia itu. Ini disebut ‘’Psyche-Lock System’’; kurang lebih sama dengan di “Justice For All).  Tapi WASPADALAH; kalau salah, Phoenix akan kehilangan sebagian dari ‘’Health Meter’’, dengan jumlah bervariasi sesuai tingkat kepentingan pertanyaannya. Semua kasus Mia di masa lalu entah bagaiman memiliki suatu hubungan dengan kasus Phoenix di masa sekarang; jadi pastikan hati-hati!

“Tunggu Dulu”? “Keberatan”? Teriak Saja!!

Bagi yang belum tahu tugas pengacara itu seperti apa, kurang lebih seperti tr2yang dilakukan Mia Fey maupun Phoenix Wright selaku pembela di sidang dalam game ini. Mia atau Phoenix harus bisa membuktikan, bahwa klien yang dibela olehnya tidak bersalah. Tentunya jaksa—- kebalikan dari pembela tidak akan membiarkan itu terjadi. Sidang dibuka dengan penjelasan singkat kasus dari sang jaksa, kemudian seorang saksi (yang disiapkan jaksa, itu tugasnya) akan dipanggil untuk bersaksi mengenai  kasus tersebut. Tugas sebenarnya seorang pengacara pembela baru dimulai sekarang; singkatnya bila klien yang kamu bela tidak bersalah, pasti saksi yang membuktikan sebaliknya itu berbohong atau lupa serta salah ingat dalam menjelaskan rangkaian kejadian. Maka dari itu ‘’Cross-Examination’’ diadakan, dengan 2 aksi yang bisa dilakukan: ‘’Press’’ dan ‘’Present’’. Di salah tr3satu kalimat kesaksian sang saksi, tekanlah tombol ‘’Press’’ atau berteriak ‘’Hold it!’’ di mikrofon DS (atau speaker DS) dengan menahan tombol Y untuk meminta keterangan lebih mendalam atau sekedar memastikan saja. Kamu bisa melihat barang bukti baik yang sudah diberikan pihak berwenang maupun yang telah kamu kumpulkan sendiri di dalam “Court Record” untuk menemukan sebuah ketidakcocokan dengan kenyataan kasus.

Misalnya di kasus pertama Phoenix bersaksi bahwa dia tidak mengenal korban, dan dia hanya melihat gambar ‘Union Jack’ di balik kaosnya. Padahal di foto TKP, korban memakai jaket. Bagaimana Phoenix bisa tahu apa yang ada di tr7tr9tr11balik jaket korban, kalau saat itu mereka hanya kebetulan bertemu!? Saat itulah kamu sebagai Mia memilih foto TKP itu kemudian menekan tombol ‘’Present’’ atau berteriak ‘’Objection!’’ di mikrofon DS (atau speaker DS) dengan menahan tombol Y untuk menyatakan kejanggalan ini pada hakim. Benar saja, Phoenix  terguncang sampai menangis… karena kebohongannya terbongkar. Semua saksi lain yang dihadapi Mia dan Phoenix pun seperti itu; entah karena daya ingat yang buruk atau dengan alasan apa sengaja berbohong, saksi akan berupaya membuat kebohongan lain dengan memperbaiki kesaksiannya. Dengan terus mengungkap kebohongan tersebut, kamu bisa terus maju. Patut diperhatikan pula bila pemain salah mengajukan barang bukti, hakim akan memberi pinalti yang mengurangi ‘’Health Meter’’yang jika habis akan membuatmu kalah!

Jaksa Misterius, Godot!! …Maniak Kopi??

Cross-E, Phoenix Vs. Godot 2Seperti yang sudah disebut, jaksa adalah kebalikan dari pembela—-bertugas membuktikan bahwa terdakwa bersalah! Singkatnya, lawanmu di pengadilan. Walau Phoenix sudah banyak melawan jaksa tangguh, yang satu ini lain daripada yang lain. Godot;  jaksa misterius bertopeng yang belum pernah kalah (juga belum pernah menang… masih pemula!), bersikeras untuk selalu menjadi lawan Phoenix di pengadilan. Sebagai jaksa, dia sangat aneh. Setiap sidang dia minum 17 cangkir kopi, entah yang mana dari 100+ jenis kopi racikannya sendiri. Setiap menjelaskan fakta atau kontradiksi, dia selalu memakai kata-kata kiasan yang membuat seisi ruang sidang terbengong-bengong akan artinya. Yah, walau sifatnya agak tak karuan seperti itu, kemampuannya yang terkesan seperti pemula biasa ternyata sangat Godot 13mengejutkan. Berulangkali saat Phoenix sudah merasa menang, ternyata Godot membalikkan keadaan semudah memutar cangkir kopi! Selain itu dia memanggil Phoenix Wright dengan “Trite”, “Little lawyer amigo”, dll, seolah punya dendam tertentu. Benar, seolah kenal dari dulu, Godot tidak segan-segan memberi ‘serangan’ telak soal kontradiksi atau melempar secangkir kopi panas ke wajah Phoenix (auch). Kemampuannya dalam menyiapkan saksi mata, barang bukti tak terduga, serta berbagai kesimpulan dan teori yang dikeluarkannya memang hebat. Keahliannya tidak tanggung-tanggung dan panta diakui, terbukti dari kesantaiannya dalam menjalankan setiap strategi. Dia berkata, “Aku telah kembali dari dasar neraka… Untuk mengalahkanmu, Trite.” Meski Phoenix tidak mengenal Godot, sepertinya Godot mengenalnya… bahkan dia sepertinya mengenal Mia! Siapa sebenarnya dia?

Seiring sejalan dengan penyelidikan dan penyelesaian kasus, semua rantai penghubung kasus Mia dan Phoenix menjadi jelas. Apa, siapa, di mana, bagaimana, dan mengapa… Semua pertanyaan terjawab dengan sangat mudah di akhir kasus… Apa ini hanya kebetulan ataukah rencana sempurna dari seorang pelaku yang tidak diketahui? Kali ini, mampukah Phoenix menyelesaikan apa yang telah ditinggalkan oleh Mia? Semua misteri, bukti, dan titik temu dari kenyataan bertahun-tahun silam yang melibatkan Mia, Phoenix, serta Godot… Itu semua tergantung pada pemain seperti dirimu untuk menentukan akhirnya; bersama Phoenix sebagai pengacara handal, melewati berbagai siding dan kesengsaraan seperti apapun demi kebenaran!

Nilai:

Grafis              : 75      B++

Suara              : 85      A+

Permainan     : 90      A+

Fitur                 : 85      A+

Cerita             : 90      A+

Keseluruhan  : 85      A+

E (0-20)                       : Parah

D (21-40)         : Buruk

C (41-60)        : Kurang

B (61-80)         : Lumayan

A (81-99)         : Bagus

S (100)             : Sempurna!


Phoenix Wright: Ace Attorney ¬Justice For All¬

Pengembang : Capcom

Penerbit : Capcom

Genre : Persidangan

Sistem : Nintendo DS

Pemain : 1 orang

Ukuran Game : 32 MB

Rating : Remaja

Tahun : 2006

Serial Persidangan Berlanjut!

PW2-Court1Setelah kesuksesan dalam 5 kasus di game pertamanya, Phoenix Wright kembali beraksi sebagai pengacara handal di persidangan dalam game sekuel ‘’Phoenix Wright: Ace Attorney ¬Justice For All¬’’. Game keluaran Capcom di tahun 2006 ini menyajikan kasus-kasus yang semakin dalam dan rumit dibandingkan sebelumnya; tentu tanpa melupakan humor segar di sela-sela intrik kasus. Game ini mengambil waktu setahun setelah game pertamanya; dari segi cerita maupun tanggal terbit, dengan banyak karakter baru. Karakter lama yang sudah kita kenal baik tentu tidak ketinggalan: Maya Fey, medium roh asisten Phoenix yang suka heboh sendiri, Detektif Gumshoe yang agak bodoh dan berantakan tapi rajin, serta Mia Fey guru Phoenix yang kerap memberi bantuan di saat sulit dalam wujud roh. Semua demi membebaskan klien yang dibela dari tuduhan kejahatan yang salah!

Tantangan Baru Bagi Pembela!? Psyche-Lock System!!

Defense's nightmare xCerita dimulai saat Phoenix sedang ada di ruang tunggu sebelum sidang, bermimpi… Dan saat bangun, ada orang yang memukulnya begitu keras sampai hilang ingatan!! Dalam kondisi amnesia, Phoenix harus perlahan mengembalikan ingatannya dengan mempelajari kembali struktur persidangan dari awal lagi… Klien Phoenix saat itu, Maggey Byrde, seorang polwan yang dijuluki “Wanita tanpa Keberuntungan” (“Lady Luckless”) tentu saja lagi-lagi bernasib apes. Untung saja dia masih percaya dan berusaha membantu Phoenix memulihkan ingatannya. Ya, gaya “Menggertak Maksimal (yang belum dipikirkan kelanjutannya)” ala pengacara kesayangan kita ini! Karenanya pemain pemula tidak perlu khawatir!! Seperti yang sudah-sudah, Phoenix harus berkeliling mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk atau barang bukti. Dengan ‘’Examine’’, berbagai benda dari TV, Komputer, dll bisa diperiksa. Hal aneh sekecil apapun harus dilihat secara teliti untuk menemukan bukti. Tentu, bertanya pada polisi, saksi mata, dan semua orang di tempat kejadian dengan ‘’Talk’’ sangat penting untuk memperoleh informasi. Namun hal itu tidak mudah, karena ada kalanya orang itu menyembunyikan hal yang diketahuinya rapat-rapat. Kalau sudah begitu hendaklah kamu menunjukkan barang bukti ataupun profil seseorang yang bisa membuatnya berubah pikiran dengan ‘’Present’’. Ya, mulai game kedua ini kamu bisa memakai profil seseorang sebagai bukti! Namun itu tetap tidak cukup untuk kasus-kasus Phoenix kali ini!!

Pearl-psyche lock-1Mulai kasus kedua, Phoenix akan mendapatkan ‘’Magatama’’; benda dengan kekuatan spiritual kuat untuk membuat orang mengatakan rahasia mereka. Bila seseorang menyembunyikan sesuatu, Phoenix akan melihat banyak rantai dan gembok di sekitar orang itu. Memakai Magatama, pemain harus menunjukkan barang bukti yang mendukung pertanyaan Phoenix untuk ‘membuka’ gembok satu persatu sampai orang itu bersedia mengatakannya. Ini disebut ‘’Psyche-Lock System’’. Tapi pemain harus waspada; karena bila salah, Phoenix akan kehilangan sebagian dari ‘’Health Meter’’, pengganti ‘’5 kali kesempatan’’ di game pertama dengan jumlah bervariasi tergantung seberapa penting pertanyaannya.

Masih di Meja Hijau… Teriakkan ‘’Keberatan!’’

PW2 Cross ExaminationDalam sidang, Phoenix Wright selaku pembela harus membuktikan bahwa klien yang dibela tidak bersalah. Tentunya jaksa—- kebalikan dari pembela tidak akan membiarkan itu terjadi. Sidang akan dimulai dengan ringkasan kasus dari jaksa, lalu seorang saksi akan dipanggil untuk bersaksi mengenai peristiwa itu. Tugas sebenarnya pembela dimulai dari sini; karena bila klien yang kamu bela sudah jelas tidak bersalah, pasti saksi yang membuktikan sebaliknya itu berbohong atau salah dalam mengingat detil kejadian. Oleh sebab itulah ‘’Cross-Examination’’ diadakan, dengan 2 hal yang bisa dilakukan: ‘’Press’’ dan ‘’Present’’. Di suatu bagian kesaksian, tekanlah tombol ‘’Press’’ atau berteriak ‘’Hold it!’’ di mikrofon DS (atau speaker DS) dengan menahan tombol Y untuk memastikan apakah pernyataan itu benar ataupun meminta keterangan lebih detil. Kamu bisa melihat barang bukti baik yang sudah diberikan pihak berwenang maupun yang telah kamu kumpulkan sendiri untuk menemukan sebuah kontradiksi atau ketidaksesuaian dengan fakta yang ada.

Ini Miney1PW2 Objection!Truth Go!Sebagai contoh saat saksi mengaku tidak menyetir karena tidak punya SIM; padahal JELAS kamu memilki foto bukti dia sudah memilikinya! Di sinilah kamu harus memilih kartu SIM tersebut kemudian menekan tombol ‘’Present’’ atau berteriak ‘’Objection!’’ di mikrofon DS (atau speaker DS) dengan menahan tombol Y untuk menyatakan kejanggalan ini pada hakim. Bila benar sang saksi akan terguncang karena kebohongannya terbongkar; lalu dia akan berupaya membuat kebohongan lain dengan merevisi kesaksiannya. Patut diperhatikan pula bila pemain salah mengajukan barang bukti, hakim akan memberi pinalti yang mengurangi ‘’Health Meter’’yang jika habis akan berakibat kekalahan!

Pembalasan Jaksa!? Franziska von Karma!!

933086_79325_back otherIngatlah bahwa jaksa sebagai lawan bisa melakukan hal sama untuk mematahkan pendapatmu, terlebih lagi kali ini hadir jaksa jenius: Franziska von Karma!! Dia adalah putri dari Manfred von Karma, jaksa perfeksionis yang dikalahkan Phoenix dalam ‘’Turnabout Goodbyes’’ di game pertama; yang ingin membalas kekalahan ayahnya!! Dia akan menyiapkan saksi baru, bukti tambahan, atau apa saja untuk menang. Atas berbagai usaha itu, suatu sidang bisa berakhir begitu saja jika kamu tidak bisa menemukan kesalahan apapun pada teori jaksa. Kebanyakan barang bukti yang diajukan jaksa dalam teorinya itu sekilas tidak memiliki kesalahan, tapi Oddity in photobila dilihat baik-baik… Seperti dalam foto bukti pelaku yang melarikan diri dari TKP sesudah aksinya: bila pemain mampu menemukan kesalahan pada foto tersebut dengan memilih area yang dimaksud di layar sentuh, pemain bisa menunjukkannya pada seisi sidang dan menyelamatkan kasus. Dalam foto di samping pelaku menyeret kakinya, yang membuktikan dia bukanlah klienmu yang bertubuh tinggi, tapi orang lain yang bertubuh lebih pendek!! Meski begitu bukan berarti pemain menang begitu saja; sidang bisa saja ditunda sampai hari berikutnya. Itu demi penyelidikan lebih lanjut; mengharuskan pemain menemukan fakta dan bukti baru yang menjadi poin penting dalam kenyataan kasus sebenarnya! Kebanyakan kasus tidak hanya berputar pada satu masalah yang ada sekarang; seringkali berhubungan dengan kasus lain di masa lalu. Semakin pemain menyelidiki suatu kasus, semakin banyak bukti, fakta, dan orang yang terlibat; bahkan semuanya itu berhubungan dengan kasus di masa lalu! Jangan kaget lagi bila kamu bertemu banyak orang aneh dan tidak karuan yang akan bersaksi di pengadilan nanti; baik karakter lama yang kembali ataupun karakter baru yang muncul, memeriksa setiap detil perkataan mereka sambil menanggapi sikap-sikap ‘unik’ mereka adalah harga mutlak! Akhir kata… Terus menyelidiki TKP, mencari barang bukti, mengumpulkan informasi dari orang-orang yang mulutnya tertutup rapat sekalipun dengan Magatama, dan mengalahkan jaksa jenius seperti Franziska sekalipun dalam perdebatan sengit sampai hakim memutuskan bahwa klienmu selaku terdakwa tidak bersalah; adalah tugas mutlak pemain dalam game ini sebagai pembela! Ajukanlah keberatanmu disertai pengajuan bukti; demi keadilan! Keadilan Untuk Semua!

Nilai:

Grafis : 75 B++

Suara : 85 A+

Permainan : 90 A+

Fitur : 90 A+

Cerita : 90 A+

Keseluruhan : 86 A+

E (0-20) : Parah

D (21-40) : Buruk

C (41-60) : Kurang

B (61-80) : Lumayan

A (81-99) : Bagus

S (100) : Sempurna!


Phoenix Wright: Ace Attorney

Pengembang : Capcom

Penerbit : Capcom

Genre : Persidangan

Sistem : Nintendo DS

Pemain : 1 orang

Ukuran Game : 64 MB

Rating : Remaja

Tahun : 2005

Serial Persidangan Dimulai!

Sejak keluar sebagai salah satu game handheld paling inovatif beberapa tahun silam, Nintendo DS selalu dibanjiri judul-judul game dengan gaya permainan yang sangat kreatif. Sebut saja Cooking Mama, game memasak dengan layar sentuh sebagai dapurnya: kita mampu memotong sayuran, mengaduk sup, dan mengolah adonan dengan menggores layar sentuh. Tapi bagaimana jika kita bisa mengajukan ‘’Keberatan!’’ dengan berteriak di mikrofon DS?? Phoenix Wright-lah jawabannya! Serial persidangan lain daripada yang lain ini dimulai Capcom dari tahun 2001 di Jepang dengan nama ‘’Gyakuten Saiban’’. Karena kesuksesannya, Capcom membawa game ini ke Amerika dengan judul ‘’Phoenix Wright: Ace Attorney’’ pada tahun 2005.

Menjadi Pengacara… Pembela atau Jaksa?

Dalam game ini kamu berperan sebagai Phoenix Wright, pengara pembela yang masih pemula dan belum pernah menangani satu kasus pun. Suatu hari terjadi kasus pembunuhan yang melibatkan Larry Butz, teman baik Phoenix sejak SD yang memanggilnya dengan sebutan “Nick”. Pacar Larry yaitu Cindy Stone yang seorang model terbunuh di apartemennya setelah baru kembali dari luar negeri. Tentu saja, Larry sebagai pacarnya segera menjadi tersangka utama. Memang; sejak dulu di sekolah Phoenix dan Larry ada istilah “Saat ada hal mencurigakan, biasanya ulah Butz”. Sejak berteman selama 23 tahun, Phoenix melihat Larry selalu terlibat masalah. Namun Phoenix tahu betul bahwa Larry sahabatnya adalah orang baik hati; karena seringkali semua masalah itu bukan salah Larry sendiri, melainkan hanya nasib super sialnya. Oleh sebab itulah Phoenix mengambil kasus ini; untuk1-7 b membersihkan nama baik sahabatnya. Repotnya selain Phoenix masih pemula, Larry adalah tipe yang suka asal bicara kalau panik. Apalagi di hari sidang Larry masih menangis bombay karena shock atas kematian pacarnya; dia berbicara sembarangan, membantu jaksa sebagai kebalikan dari pembela mendapat keuntungan untuk membuktikan Larry bersalah! Untunglah ada Mia Fey, guru Phoenix yang siap membantu kapan saja.

Sebelum hari sidang berlangsung, kamu diwajibkan berkeliling mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk dan barang bukti layaknya seorang detektif. Dengan ‘’Examine’’, kamu bisa memeriksa meja, buku,sampai tempat sampah. Hal aneh sekecil apapun mulai dari sobekan kertas di lantai, pisau berlumuran darah, sarung tangan, sampai dokumen-dokumen harus diperiksa dengan teliti. Kamu juga bisa memeriksa bekas percikan darah dan sidik jari untuk dijadikan petunjuk setelah memperoleh alatnya. Tentu, bertanya pada polisi, saksi mata, dan semua orang di tempat kejadian dengan ‘’Talk’’ sangat penting untuk memperoleh informasi. Namun hal itu tidak mudah, karena ada kalanya orang itu menyembunyikan hal yang diketahuinya rapat-rapat. Kalau sudah begitu hendaklah kamu menunjukkan barang bukti yang bisa membuatnya berubah pikiran dengan ‘’Present’’. Dengan begitu kamu bisa memperoleh kartu untuk masuk ke TKP khusus, ijin memeriksa kantor polisi, atau barang bukti yang terlewatkan. Semua bukti dan keterangan yang kamu kumpulkan akan tersimpan di Court Record, agar bisa dipakai di sidang nanti. Pastikan untuk mempelajarinya!

Teriakkan ‘’Keberatan!’’ di Meja Hijau!

Dalam sidang, kamu selaku Phoenix Wright sang pembela harus membuktikan bahwa klien yang kamu bela tidak bersalah. Sebaliknya ada pula jaksa yang bertugas berlawanan sebagai lawanmu. Sidang akan dimulai dengan ringkasan kasus dari jaksa, lalu seorang saksi akan dipanggil untuk bersaksi mengenai peristiwa itu. Tugas sebenarnya seorang pembela pun dimulai! Bila klien yang kamu bela sudah jelas tidak bersalah, pasti saksi yang membuktikan sebaliknya itu berbohong; karena itulah diadakan ‘’cross-examination’’ untuk menemukannya. Ada 2 hal yang bisa dilakukan: ‘’Press’’ dan ‘’Present’’. Di suatu bagian kesaksian, tekanlah tombol ‘’Press’’ atau berteriak ‘’Hold it!’’ di mikrofon DS (atau speaker DS) dengan menahan tombol Y untuk memastikan apakah pernyataan itu benar ataupun meminta keterangan lebih detil. Kamu bisa membandingkan kesaksian para saksi dengan barang bukti baik yang sudah diberikan pihak berwenang maupun yang telah kamu kumpulkan sendiri di dalam Court Record untuk menemukan sebuah kontradiksi.

Contohnya di kasus pertama sang saksi mengaku menemukan korban jam 1 PM dan sesudah kamu ‘’Press’’ pun dia sangat yakin; PADAHAL di laporan otopsi jelas tertulis waktu kematian korban adalah antara jam 4-5 PM!! Di sinilah kamu memilih laporan otopsi tersebut dan lakukan ‘’Present’’ atau berteriak ‘’Objection!’’ di mikrofon DS (atau speaker DS) dengan menahan tombol Y untuk menyatakan kejanggalan ini pada hakim. Bila benar sang saksi akan terguncang karena 1-25-bkebohongannya terbongkar; lalu dia akan berupaya membuat kebohongan lain dengan merevisi kesaksiannya. Patut diperhatikan bahwa jaksa selaku lawanmu bisa melakukan hal sama untuk mematahkan argumenmu, entah dengan barang bukti lain atau saksi baru. Juga kamu tidak boleh sembarangan mengajukan keberatan, karena bila salah hakim akan memberi kamu pinalti: jika kena pinalti 5 kali, kamu kalah!!

Terkadang suatu sidang bisa ditunda; memberi kamu waktu untuk melakukan penyelidikan dan menguak fakta tersembunyi. Dunia game ini dipenuhi orang-orang aneh: wanita sok imut tapi dalamnya seram, bartender yang bersemangat saat hotel tempat dia bekerja berhubungan dengan kasus, nenek-nenek pemarah yang merasa masih sepadan dengan actor umur 20-an, tukang foto daerah lain yang asal menjepret kejadian pembunuhan, sampai burung kakaktua yang tahu-menahu soal kasus bertahun-tahun silam!? Parahnya; mereka semua akan bersaksi di pengadilan… Kamu mau tak mau harus memeriksa setiap kesaksian “aneh-tapi-meyakinkan” dari setiap kalimat dan cerita konyol mereka dalam sidang!! Yang di mana akan semakin memberatkan posisi klienmu…! (Kenapa orang-orang seperti mereka bisa jadi saksi mata, ya?) Singkatnya, kamu harus melakukan penyelidikan dan terus menemukan kejanggalan dalam sidang; sampai sang saksi tidak sanggup berkata-kata dan hakim akhirnya memutuskan bahwa klien kamu selaku terdakwa ‘’Tidak Bersalah’’ atau singkatnya… kamu menang! Ini adalah game sidang terbaik yang penuh intrik, ketegangan, juga humor! Gunakan kepintaran otak dan kejelian matamu; untuk melihat menembus fakta dan membebaskan mereka yang tidak bersalah!!

Nilai:

Grafis : 75 B++

Suara : 85 A+

Permainan : 90 A+

Fitur : 90 A+

Cerita : 90 A+

Keseluruhan : 86 A+

E (0-20) : Parah

D (21-40) : Buruk

C (41-60) : Kurang

B (61-80) : Lumayan

A (81-99) : Bagus

S (100) : Sempurna!