Tag Archive: 3D


Ghost Trick: Phantom Detective


Ghost Trick: Phantom Detective

Pengembang  : Capcom

Penerbit        : Capcom

Genre           : Misteri, Puzzle

Sistem          : Nintendo DS

Pemain          : 1 orang

Ukuran Game : 131 MB

Rating           : Remaja

Tahun           : 2011

Seri Misteri Baru Tahun 2011!

Shu Takumi sang pencipta seri Ace Attorney (Phoenix Wright, Miles Edgeworth) bersama tim pengembang Capcom ingin menciptakan seri misteri yang baru ala Ace Attorney series. Namun apakah kita, para gamer, tidak bosan bermain argumen dan pembuktian berbau hukum di persidangan terus? Berisi inovasi fresh dan baru, tapi tetap kental dengan pengungkapan misteri dan pencarian kebenaran- Mata seorang gamer sejati akan menyala-nyala bila menemukan game seperti itu.

Paduan misteri, humor, dan petualangan mengejar kebenaran khas Shu Takumi yang baru; sebuah game solid campuran visual novel dan petualangan point n’ click yang sempurna: “Ghost Trick: Phantom Detective”!! Setelah meraih gelar “Game DS Terbaik” tahun 2010 di E3, game ini ‘menyebrang sungai’ menuju dataran Amerika yang luas dan langsung menjadi game super fenomenal di awal tahun 2011 ini.

Di awal cerita, Tokoh Utamanya SUDAH TEWAS

Jam 7 malam lewat 2 menit. Di gunung-gunung sampah pinggiran kota seorang wanita berambut merah ditodong pembunuh bayaran dengan sebuah
shotgun. Lelaki berjas merah tersungkur aneh di tengah-tengah mereka… Sissel, sang tokoh utama kita terbangun tanpa ingatan (amnesia)- dalam keadaan tewas! …Nah lho; tahu-tahu tokoh utamanya kok sudah mati. Sendirinya sudah mati, bagaimana bisa menolong!? Begitulah pikir Sissel, sampai ada suara gaib yang mengajarinya soal “Trik Hantu” [Ghost Trick], kekuatan yang dimiliki orang mati tertentu saja. Dengan kekuatan merasuki dan memanipulasi benda-benda mati serta “Memutar Balik Waktu” [Rewind Time] ke 4 menit sebelum kematian korban, Sissel menyelamatkan wanita bernama Lynne tersebut.

Suara gaib memperkenalkan diri sebagai “Ray”, sebuah lampu duduk berwarna merah modis. Ray memperingatkan bahwa malam itu akan terjadi banyak kejadian misterius di kota; kemudian Lynne adalah ‘kunci’ dari sebab-mula semua itu, termasuk tentang ingatan Sissel yang hilang. Dengan mengikuti Lynne, Sissel bertemu berbagai macam orang yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kejadian misterius di kota. Adik, binatang kesayangan, teman, polisi, detektif… Banyak yang terlibat sekaligus tewas dalam kasus ini. Setiap kali Sissel menyelamatkan satu dari mereka, kenyataan luar biasa di balik kematiannya perlahan mulai terbuka… Misteri luar biasa yang akan MENGUBAH DUNIA.

Siapakah Sissel? Siapa yang telah membunuhnya dan untuk apa? Apa hubungannya dengan Lynne dan orang-orang di dekatnya? Kenapa kasus 10 tahun dan 5 tahun lalu terus disebut-sebut? Apa maksud istilah “Temsik” yang diucapkan sang hitman? Sebegitu pentingkah kotak musik yang dipegang oleh Lynne?Apakah kekuatan [Ghost Trick] Sissel hanya keajaiban semata yang tak ada hubungannya?? Lalu, apa maksudnya hal yang akan ‘mengubah dunia’ itu??? Sissel akhirnya bertekad untuk melindungi Lynne serta semua orang yang tewas oleh ‘pelaku misterius’- sang dalang di balik semua ini dengan kekuatan “Ghost Trick” miliknya, supaya tidak satu nyawa pun terenggut.

Namun Sissel harus cepat. Dia harus menyelamatkan semua orang, menemukan serta menghentikan sang pelaku, juga mengungkap fakta tentang dirinya sendiri sebelum waktu habis. Kenapa? Saat fajar menjelang; ditandai dengan terbitnya matahari esok harinya, jiwa Sissel akan lenyap dari dunia ini dan berangkat ke dunia sana… Benar; Sissel hanya punya waktu satu malam saja untuk menuntaskan segala hal sebelum semuanya terlambat…!

Trick Time!

Uncomparable. Itulah ungkapan tersingkat sekaligus paling tepat bagi seluruh aspek permainan Ghost Trick. Hantu di cerita ini tidak punya tangan dan kaki atau berbicara, tapi sebagai gantinya bisa menyampaikan pikiran masing-masing secara telepati. Tanpa kaki, bagaimana bisa bergerak? Pemain bisa membuat Sissel berpindah ke Dunia Hantu dengan menyentuh tombol [Ghost] di sudut kiri bawah Touch Screen DS (atau menekan tombol L). Di Dunia Hantu selain waktu terhenti, seluruh pandangan akan berubah seperti Ghost-Ray: membedakan mana benda mati dan makhluk hidup, sekaligus melihat [Core] yang mereka miliki. Di sini Sissel (dalam wujud bola arwah), bisa berpindah dari core satu ke core lain dengan cara men-drag bola roh Sissel dengan jari atau touch pen/stylus. Dari pagar pembatas, gitar, kursi, persendian mesin, tempat tidur, gelas, lampu, layar TV, bahkan garpu, serbet, bola karet, sampai tissue toilet! Sissel bisa merasuki (hampir) benda mati apa saja untuk mencapai tempat tujuan. Bahkan bisa menembus dinding dan lantai ataupun atap! (…Hantu, gitu!) Tapi, jangkauannya terbatas dan harus ada benda yang cukup dekat untuk berpindah. Untuk berpindah ke tempat yang sangat jauh, Sissel bisa merasuki telepon dan ‘membajak’-nya untuk pergi ke tempat nomor yang diketahui.

Tergantung jenis benda itu sendiri, Sissel bisa memanipulasinya dengan menyentuh tombol [Trick] di sudut kanan-bawah touch screen (atau menekan tombol A). Misalnya dengan marasuki pagar, Sissel bisa membuatnya terbuka sendiri ke atas. Dengan merasuki kipas angin, Sissel bisa membuatnya berputar (walau tanpa listrik). Dengan merasuki roda, Sissel bisa membuatnya menggelinding ke depan. Dengan merasuki remote, Sissel bisa menyalakan atau mematikan TV. Dengan merasuki tangga, Sissel bisa merentangkan atau melipatnya, dan masih banyak lagi.

Trick yang bisa dilakukan suatu benda akan ditunjukkan di layar atas DS, serta keadaan dan bentuknya. Akan tetapi tidak semua obyek bisa di-trick, seperti benda yang menempel di dinding atau lantai (karena memang tidak bisa bergerak), perlu bantuan benda lainnya terlebih dulu, terlalu berat, atau sudah rusak. Bukan itu saja; untuk melakukan suatu Trick Sissel juga harus kembali dulu ke dunia nyata (di mana waktu berjalan), sehingga pemain harus mengaktifkan Trick-nya secepat mungkin di timing yang tepat. Seiring permaianan, kekuatan “Ghost Trick” yang bisa gamer coba akan semakin bertambah…

4 Minutes Before Death

Setiap Chapter cerita dibagi berdasarkan jam; yang dimulai dari pukul 7.02 malam, membuat waktu menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Setiap Chapternya, selain menarik informasi dari orang-orang dan benda menggunakan Ghost Trick (memeriksa dokumen, membaca catatan, dll), Sissel seringkali menemui korban tewas dan harus menyelamatkannya. Dengan merasuki core orang mati tersebut, Sissel bisa memundurkan waktu dengan [Rewind Time] ke 4 menit sebelum kematian korban. Di ‘dunia 4 menit’ itu Sissel melihat kejadian terakhir yang menyebabkan korban tewas secara mendetail, lalu berusaha mengubahnya dalam waktu 4menit pula (ditunjukkan lewat jam pasir di layar atas DS).

Seperti di Chapter 1 Lynne tewas karena ditembak, Sissel harus berusaha menghentikan penembak tersebut. Namun ‘perubahan nasib’ tidak dilakukan secara instan. Pertama-tama harus mengalihkan perhatiannya dengan suara gitar dan bel sepeda. Dengan begitu Lynne bisa lari cukup jauh, sehingga nasibnya berubah sedikit dan kesempatan untuk betul-betul menolongnya akan terbuka: menjatuhkan bola besi tepat di atas kepala sang hitman untuk membuatnya K.O. 🙂 Walau waktu habis, ada kesalahan, atau melewatkan kesempatan, pemain bisa bebas mengulang 4 menit tadi dengan tombol [Hourglass] di pojok kanan-atas touch screen. Pemain juga bebas memeriksa ulang setiap profil orang-orang yang ditemui atau nomor telepon yang dimiliki sekaligus menyimpan data permainan (Save Game) dengan tombol [Record] di pojok kiri-atas touch screen (atau tombol START). Tak lupa ada fitur [Chapter Select] yang memudahkan pemain melanjutkan dari mana saja, ataupun berbagi dengan teman tanpa khawatir soal Save Data.

‘Trik’ Terbaik Sepanjang Masa!

Grafis 3D game ini sangat menakjubkan melebihi game-game DS lain. Setiap karakter, background tempat, serta semua benda terwujud nyata dalam bentuk halus. Gerakan setiap karakter, walau dalam grafis 3D, sangat luwes dan SAMA SEKALI TIDAK KAKU. Baik berjalan, berlari, berbiacara, jatuh, bahkan menari (???) ditampilkan super smooth tanpa sedikitpun grid kotak-kotak kasar di model karakter atau animasi pergerakannya dibanding game DS lain yang menggunakan grafis 3 Dimensi (MENANG TELAK dari Kingdom Hearts 358/2 Days!).

Permainannya pun jauh lebih variatif dalam pemikiran otak dibanding seri Ace Attorney. Melalui proses trial & error, pemain diarahkan untuk menganalisa setiap sebab dan akibat dari trick yang mungkin dilakukan. Pemain diwajibkan jeli mengamati setiap kemungkinan yang dimiliki suatu benda; entah dari aspek kegunaannya, beratnya, bentuknya, bahannya, trick yang bisa dilakukan, juga urutan melakukannya. Tidak jarang pemain juga wajib memperhatikan pola gerakan dari setiap orang untuk membimbing mereka ke arah yang diinginkan. Contoh: Saat penjaga lewat, Sissel bisa pindah ke ‘rompi anti peluru’ yang dipakainya, dan bisa menumpang sampai ke ujung koridor, lalu baru pindah ke benda lain dalam kamar dituju (yang jaraknya jauh dari tempat semula). Pemikiran cerdas, fleksibel, dan fokus pemain sungguh-sungguh ditempa lewat puzzle-puzzle cerdik sepanjang 18 Chapter game menakjubkan ini.

Itu belum termasuk tingkah konyol dari para karakternya; yang sudah sangat mengakar di seri game Ace Attorney garapan Shu Takumi. Lynne sang detektif amatir yang tetap riang dan energik walau sudah mati berkali-kali (dan diselamatkan berkali-kali), Nearsighted Jeego si pembunuh bayaran dengan rabun dekat (kenapa tidak beli kacamata juga sampai sekarang?), One Step Ahead Tengo yang selalu mau satu langkah di depan (bahkan berani melangkahi bosnya), Kamila sang gadis cilik yang (terlalu) santai (membaca buku dan minum jus dengan tenangnya walau sedang disandera), Missile si anjing Pomeranian pemberani yang hanya ahli menggonggong (serta membuat tetangga marah), Menteri Hukum (Justice Minister) yang SANGAT rendah diri, Inspektur Cabanela yang selalu menari dengan NORAK setiap saat (bahkan di TKP dan saat interogasi), Penjaga Taman yang melindungi taman dari kehancuran (sekaligus tinggal gratis di sana), Koki ahli memasak ayam dan menyanyi, Satpam pelupa yang jago menari “Panic Dance” (Tarian Panik), anak band rock, maniak kare, dan masih banyak! Karakter mereka yang sangat alami, hidup, dan realistis (sebagian besar…) ditulis dalam dialog menawan oleh Shu Takumi- Alhasil benar-benar menciptakan atmosfer yang seimbang antara misteri dan humor sehingga meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua pemainnya.

Tidak perlu takut mencoba- Jangan takut gagal- Lakukan terus dengan berbagai cara tanpa menyerah- Untuk meraih kemenangan! Adalah semangat positif terbaik pemberian cuma-cuma game ini bagi pemainnya untuk memperbaiki semangat juang dalam diri kita. Baik mencari kebenaran, bertanding, belajar, atau aspek hidup apapun dalam hidup semua punya tujuan sama: menang! Hal yang ingin kita capai dengan sekuat tenaga, lewat semangat membara yang takkan sirna oleh batas hidup dan mati- Sebagaimana ditunjukkan Sissel dalam Ghost Trick. Mari kita raih impian dan tujuan kita dalam hidup- Tanpa perlu basa-basi atau muluk-muluk, terus naik ke puncak yang ingin kita capai dengan semangat jiwa yang berkobar-kobar bak kobaran api roh Sissel!

Nilai:

Grafis           : 100   S

Suara           : 90    A+

Permainan     : 100   S

Fitur             : 80    A

Cerita           : 100   S

Keseluruhan : 94 A+

E (0-20)        : Parah

D (21-40)      : Buruk

C (41-60)      : Kurang

B (61-80)      : Lumayan

A (81-99)      : Bagus

S (100)         : Sempurna!

Advertisements

Rapunzel: A Tangled Tale


Rapunzel : A Tangled Tale (3D)

Penulis          : Dan Fogelman

Studio           : Walt Disney Animation Studios

Produksi        : Walt Disney Pictures

Produser       : Roy Conli

Pengarah       : Nathan Greno, Byron Howard

Genre           : Musikal, Komedi

Tipe              : CG (Computer Graphics)

Format                   : DVD

Rating           : Semua Umur

Tahun           : 2010

 

 

“Flower, gleam and glow.”

(Bunga, memancar dan bersinar.)

 

“Let your powers shine.”

(Biarkan kekuatanmu bersinar.)

 

“Make the clock reverse.”

(Balikkan alur waktu.)

 

“Bring back what once was mine.”

(Kembalikan apa yang dulu milikku.)

 

“Heal what has been hurt.”

(Sembuhkan yang telah terluka.)

 

“Change the fate’s design.”

(Mengubah suratan takdir.)

 

“Save what has been lost.”

(Selamatkan yang telah hilang.)

 

“Bring back what once was mine.”

(Kembalikan apa yang dulu milikku.)

 

“What once was mine.”

(Apa yang dulu milikku.)

 

Bunga Ajaib dan Putri Berambut Emas

Zaman dahulu kala… Ya, ya, ya. Ini memang cerita dongeng, terus kenapa!? *ehem* Jauh di dalam hutan ada sebuah bunga ajaib berwarna emas, yang ditemukan wanita tua bernama Gothel (Donna Murphy). Kenapa ajaib? Bila seseorang menyanyikan lagu di hadapan bunga itu, maka waktu akan berputar terbalik. Luka, penyakit, dan sebagainya menjadi sembuh– Bahkan usia pun jadi muda kembali! Selama berabad-abad, Gothel berulangkali membuat dirinya muda kembali dengan kekuatan bunga ini dan hidup abadi. Namun dia merahasiakan keberadaan bunga ini dan memakainya hanya untuk dirinya sendiri.

 

Lama kemudian, di suatu kerajaan sang Ratu sedang sakit keras. Tak ada dokter atau obat yang bisa manjur di lingkungan kerajaan, sehingga sang Raja mengerahkan seluruh pasukan untuk mencari apapun yang bisa menyembuhkan penyakit sang Ratu. Pencarian demi pencarian, pasukan sampai di hutan tempat bunga ajaib berada. Karena kecerobohan Gothel, pasukan kerajaan berhasil menemukan bunga itu dan membawanya pulang. Dengan obat yang dibuat dari bunga ajaib, sang Ratu sembuh kembali. Tidak hanya itu: bayi yang saat itu dikandung sang Ratu mewarisi kekuatan ajaib bunga tersebut- Seorang bayi perempuan berambut emas, warna pirang keemasan seperti warna sinar ajaib bunga tersebut, yang diberi nama Rapunzel (Mandy Moore).

 

Gothel tak tinggal diam dan berusaha merebut kekuatan ajaib itu kembali. Ternyata dalam rambut emas Rapunzel tersimpan kekuatan yang sama denga bunga itu, selama lagunya dinyanyikan. Sayang, saat memotong sebgian rambut Rapunzel untuk dibawa pulang, rambut yang dipotong justru berubah warna menjadi coklat dan kehilangan kekuatannya. Gothel mengubah rencana: menculik Rapunzel dan membawanya jauh ke menara tinggi dan tersembunyi di dalam hutan! Raja dan Ratu serta seluruh pasukan mati-matian mencarinya, tapi tidak berhasil. Lalu dilaukan tindakan khusus: setiap tahun di hari kelahiran Rapunzel, seluruh penduduk akan menyalakan lentera cahaya dan mengapungkannya di langit, sebagai tanda agar suatu saat Rapunzel bisa kembali.

 

Lentera bersinar di Langit Malam

Gothel lalu membesarkan Rapunzel dengan berpura-pura sebagai ibunya; setiap hari mengajari lirik lagu ajaib tersebut, serta tidak mengizinkannya keluar sekali pun dengan alasan bahwa ‘dunia itu berbahaya’ dan orang lain hanya ingin merebut kekuatan rambut emas Rapunzel. Tahun-tahun berlalu… Gothel membiarkan rambut emas Rapunzel terus tumbuh panjang tanpa mencukurnya sekalipun agar terus bisa memanfaatkan kekuatannya. Alhasil rambut emas Rapunzel menjadi sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, SANGAT, AMAT-SANGAT-PANJANG. *hosh, hosh*

 

Menjelang ulang tahunnya yang ke-18, Rapunzel mencapai puncak kebosanan tinggal di menara. Kegiatan setiap hari hanya menyapu, mengepel lantai, melap jendela, memasak, melukis di dinding, bernyanyi, dan bermain bersama bunglon sahabatnya: Pascal. Rapunzel sungguh penasaran pada semua lentera bersinar yang terbang di langit di setiap hari ulang tahunnya. Setiap malam Rapunzel memimpikan bisa melihatnya usatu hari nanti; yang menurut perasaannya, itu adalah sesuatu yang sangat penting. Rapunzel pun memberanikan diri meminta ‘ibu’-nya Gothel, agar dia dapat pergi melihat dunia luar. …Yang tentunya ditolak mentah-mentah, membuat Rapunzel kecewa.

 

“Flynn Rider sang Pencuri”

Sementara itu, tersebutlah sang pencuri ulung, licik, dan tampan (?) bernama Flynn Rider (Zachary Levi). Berkoalisi dengan Stabbington Brothers (Ron Perlman), Flynn mencuri mahkota putri dari kerajaan dan jadi buronan nomor 1. Dengan kelicikannya Flynn menipu Stabbington Brothers dan kabur sendirian sambil membawa mahkota curian tersebut. Setelah dikejar-kejar kuda putih pasukan kerajaan yang super gigih bernama Maximus, Flynn berhasil lolos sambil tak sengaja menemukan menara tempat Rapunzel tinggal. Setelah memanjat dengan susah payah, Flynn bertemu dengan Rapunzel- setelah dipukul sampai pingsan dengan penggorengan, sih.

 

Setelah kaget dengan rambut super panjang, dicurigai, diinterogasi, dan berdebat sengit, Flynn setuju memandu Rapunzel ke kerajaan untuk melihat lentera bersinar, supaya Rapunzel mengembalikan makhota curiannya. Berbekal kenekatan, Flynn, Rapunzel, dan Pascal keluar dari menara lalu menyusuri hutan. Setelah pertemuan kembali (juga perkelahian dan kejar-kejaran) dengan Maximus, ketiga- keempatnya memutuskan untuk bekerja sama menuju kerajaan. Di perjalanan mereka bertemu banyak orang yang agak… ehm, aneh seperti kumpulan bandit ala bajak laut. Belum lagi terjebak banjir di dam, terlibat pertarungan pedang, penggorengan, dan rambut (??), serta Stabbington Brothers dan Gothel yang terus menerus mengejar tanpa henti.

 

Walau awalnya saling kerja sama secara terpaksa, di sela-sela petualangan ini, hubungan Flynn dan Rapunzel semakin dekat. Dari berusaha membujuk Rapunzel pulang, disandera para bandit, berkelahi dengan Maximus, ketakutan akan kekuatan ajaib rambut Rapunzel, dll sampai saling mebuka diri satu sama lain dengan Rapunzel, Flynn semakin jauh dari tujuan hidupnya semula. Flynn menjadi sahabat Maximus, dan orang yang berharga bagi Rapunzel. Apakah Fynn akan melupakan hasil curiannya demi Rapunzel? Apa Rapunzel sendiri bisa percaya sepenuhnya pada Flynn ketika sang ibu Gothel menerornya? Terakhir, apa Raja dan Ratu bisa mendapatkan Rapunzel kembali sebagai anak?? Lalau bagaimana jadinya saat Flynn tertangkap pasukan kerajaan!??

 

Penuh adegan musikal yang lucu, konyol, tapi tetap menyentuh dan dramatis, film Rapunzel terbaru ini menjadi salah satu andalan Disney. Rambut Rapunzel yang luar biasa panjang serta Pascal yang imut dan sanggup berubah warna saja sudah bisa memikat hati penonton di belasan menit pertama. Belum lagi Flynn yang cerdik (cermat dan agak licik) beraksi sok keren tapi sebenarnya tetap konyol. Maximus sang kuda putih pemberani; lebih pintar dari penunggangnya sang komandan pasukan kerajaan (M. C. Gainey)- sanggup melacak Flynn dengan endusan ala anjing, lompatan ala kucing, serta kegigihan bagai kuda (dia memang kuda!) lengkap dengan wajah menyebalkan. Tidak lupa kekonyolan bandit bertangan kait (Brad Garret), bandit berhidung besar (Jeffrey Tambor) serta Vladimir (Richard Kiel), penduduk, pasukan kerajaan, dan Gothel sendiri.

 

Seperti halnya film musikal ala Disney; setiap adegan dibumbui bukan hanya dengan kisah yang epik serta romantis, tapi juga lagu-lagu orisinil yang dinyanyikan setiap karakternya. Pengekspresian setiap kata-kata dalam lagunya sungguh mencerminkan perasaan karkaternya saat itu, Seperti lagu saat Rapunzel melamunkan impiannya, saat Gothel menekankan ketegasan larangannya, saat para bandit mengungkapkan impian terpendam mereka, lalu tentunya saat Flynn dan Rapunzel melihat ‘cahaya’ dalam diri satu sama lain… Ehem-ehem! XD

 

Dikemas dalam grafis 3 Dimensi (3D) yang memukau, film Rapunzel: A Tangled Tale ini sungguh luar biasa hampir dalam setiap aspek. Selain aspek para karakter dan aktor barusan, juga lingkungan hutan, kota kerajaan, dan terutama lentera bersinar sungguh indah dipandang mata. Berbeda dengan Dreamworks, film animasi ini selain kekonyolan dan rasa humor, lebih menekankan pada sisi kemanusiaan serta romantisme antara dua tokoh utama. Gerak tubuh dan ekspresi mereka sungguh terpancar jelas melalui grafis 3 Dimensi dan pembawaan sempurna para aktor-aktrisnya. Yang bukan penggemar kisah romantis atau serial cantik sekalipun pasti bisa menikmai film ini sebagai suatu karya yang membekas di hati bagai kisah-kisah dongeng klasik Disney yang terus ada di dalam hati kita. Film animasi Disney paling menyentuh di tahun 2010!!

 

Nilai:

Grafis              : 1o0 S

Suara               : 100     S

Cerita              : 90      S

Keseluruhan   : 97 A++

 

MEGAMIND (3D)


Megamind (3D)

Penulis          : Alan J. Schoolcraft, Brent Simons

Studio           : Dreamworks Animation

Produksi        : Paramount Pictures

Genre           : Super Hero, Komedi

Tipe              : CG (Computer Graphics)

Format                   : DVD

Rating           : Semua Umur

Tahun           : 2010

 

Alkisah, di penghujung alam semesta, ada dua planet yang terhisap oleh lubang hitam (Black Hole). Dalam umur 8 hari, Megamind (Will Ferrel) sang bayi alien berkepala besar dikirim oleh orang tuanya dengan kapsul angkasa ke Bumi bersama Minion (David Cross) pengikut setianya untuk menyelamatkan diri. Dalam perjalanan, ternyata ada kapsul lain (dari planet satunya), yaitu Metro Man (Brad Pitt). Setelah saling bertubrukan sepanjang jalan, akhirnya Megamind sampai di Bumi, tepat di rumah megah keluarga kaya yang hangat- …Sampai Metro Man menghempaskannya ke penjara kota yang usang dan kotor.

 

Metro Man tumbuh dengan kekuatan ala Superman: tenaga kuat, badan sekeras baja, bisa terbang, sinar laser dari mata, dll. Sementara Megamind dibesarkan kriminal menjadi penjahat dengan memakai otak BESAR-nya yang jenius. Tidak senang, pihak berwajib mengirim Megamind ke “Sekolah Anak Berbakat Khusus” untuk meluruskannya- tapi Metro Man juga berada di sekolah itu. Sementara Metro Man dikagumi oleh seisi sekolah atas semua kekuatannya yang luar biasa, Megamind dikucilkan dan selalu menyendiri. Setiap usaha Megamind berakhir dengan kekacauan, sedangkan Metro Man selalu berhasil. Lalu Megamind sadar: mungkin dia memang cocok untuk membuat kekacauan. Mungkin dia memang ditakdirkan untuk menjadi penjahat! Berbekal tekad tersebut, Megamind meledakkan sekolah dengan cat biru, lalu memulai karir sebagai penjahat. Bukan penjahat biasa- Penjahat Super (Super Villain)! Tahun-tahun berlalu; Metro Man tumbuh dewasa menjadi pahlawan super yang melindungi Kota Metro, dan Megamind menjadi penjahat super yang selalu meneror kota dengan robot-robot ciptaannya.

 

Pertarungan demi pertarungan, Metro Man selalu mengalahkan Megamind dan menjebloskannya ke penjara. Setelah itu pulalah Megamind suskes melarikan diri dan kembali menyusun ‘rencana jahat’ berikutnya. Suatu hari, Megamind menculik Roxanne Richi (Tina Fey) sang reporter TV kota (untuk ke-sekian kalinya) demi memancing Metro Man ke perangkap laser. Walau ada kesalahan dalam rencana itu, secara tak terduga Megamind berhasil menghabisi riwayat Metro Man. Terkejut atas keberhasilan ini, Megamind pun mengambil alih seisi kota dan membuat kejahatan merajarela.

 

Namun itu hanya sebentar. Tak lama, Megamind merasa hidupnya hampa. Megamind menyadari, bahwa yang paling dia senangi adalah bertarung menggunakan ‘bakat jahat’-nya sampai maksimal- Yang tanpa pahlawan hebat seperti Metro Man, tak ada artinya. Setelah berteman dengan Roxanne menggunakan penyamaran Bernard (Ben Stiller), Megamind memutuskan untuk ‘membuat’ pahalwan super baru sebagai lawan. Meskipun ditentang oleh Minion, Megamind tetap membuat pistol DNA berisikan semua kekuatan super Metro Man (yang diambil dari ketombenya) dan mencari siapa yang cocok menjadi pahlawan baru. Sayangnya Hal Stewart (Jonah Hill) kameramen teman Roxanne yang terpilih (secara tak sengaja) sebagai pahlawan super baru “Titan” bukanlah orang tepat. Lelah dengan hidup pas-pasan dan perasaan terpendam pada Roxanne, Hal atau Titan justru merampok bank seperti penjahat. Megamind pun kalah melawannya, serta hubungan cintanya dengan Roxanne (dengan penyamaran Bernard) ketahuan dan membuatnya ditolak, patah hati. Setelah seisi Kota Metro porak poranda oleh Titan, Megamind bekerja sama dengan Roxanne untuk mencari cara mengalahkannya. Ketika keduanya menemukan rahasia tersembunyi tentang Metro Man, sanggupkah Megamind memberanikan diri menantang Titan kembali? Bukan sebagai sesama penjahat, tetapi sebagai… Pahlawan.

 

Film animasi Dreamworks kali ini memang lain dari yang lain. Sekilas mengusut tema Super Hero, namun plot dan pembawaan ceritanya sangat jauh berbeda dengan film sejenis seperti Superman, Batman, atau X-Men. Selain fokus utama ada di si penjahat, pembawaan adegan setiap detil kehidupan Megamind sangat aneh, tidak umum, dan lucu luar biasa. Hubungan sahabat antar Megamind yang jenius tapi sering salah tingkah dan Minion yang eksentrik tapi setia (sangat menyentuh namun konyol), Roxanne yang berani tapi ceroboh, Metro Man yang terlalu banyak ‘eksyen’, serta segudang tindakan lucu lainnya. Gayanya yang sangat berbeda namun dikemas secara (hampir) sempurna, tidak banyak basa-basi dan menggelitik perut penonton setiap menitnya, juga lengkap dengan pesan moral akan pilihan hidup. Akankan kita mengikuti alur begitu saja atau mencoba ‘menggebrak’ segala elemen umum yang ada selama ini demi masa depan yang baru dan lebih cerah seperti Megamind? Cerita yang unik dan benar-benar terasa fresh dalam nuansa 3D yang cemerlang, dijamin menggugah hati veteran penonton film sekalipun! Film animasi tersegar tahun 2010!

 

Nilai:

Grafis              : 90 A+

Suara               : 90     A+

Cerita              : 100      S

Keseluruhan   : 93 A+

 

Despicable Me


Despicable Me (3D)

Penulis        : Ken Daurio, Cinco Paul

Studio          : Illumination Entertainment

Produksi     : Universal Pictures

Genre           : Komedi, Keluarga

Tipe              : CG (Computer Graphics)

Format        : DVD

Rating          : Semua Umur

Tahun           : 2010

Heboh! Piramida Giza di Mesir telah dicuri!? Pencurian terhebat abad ini telah menggemparkan seisi dunia, dan semua mencurigai satu orang… Gru! Gru (Steve Carrel) adalah penjahat super yang memiliki otak jenius dan sangat kejam (?). Namun pelakunya adalah Vector (Jason Segel); yang membuat Gru iri dan segera mengeluarkan rencana terhebatnya, yaitu… MENCURI BULAN! Gru meminta dana pada Mr. Perkins (Will Arnett), presiden Bank Kejahatan, yang sayangnya ditolak karena prestasi payah Gru dalam dunia kriminal. Tapi Gru diberi kesempatan untuk memperoleh dana, asalkan berhasil mengambil Shrink Ray (Sinar Pengecil) dari markas rahasia Asia Timur.

Sialnya, setelah susah payah mendapatkan Sinar Pengecil, Vector merebutnya dari Gru. Gru mengejar, tapi tak berdaya menghadapi senjata canggih Vector. Saat kehabisan akal, Gru melihat 3 gadis yatim piatu: Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier), dan Agnes (Elsie Fisher) bisa masuk ke dalam markas Vector dengan mudah sebagai penjual kue. Gru pun mendapat ide untuk mengadopsi ketiga anak itu, agar bisa merebut kembali Sinar Pengecil dari Vector!

Gru dibantu oleh anak buah menyerupai alien berbentuk kapsul kuning dan konyol: pasukan minion (Tim, Bob, Mark, Phil, Stuart, Dave, Jerry, dll), serta asisten jenius Dr. Nefario (Russel Brand). Apa jadinya jika harus merawat 3 orang anak? Sebelumnya Margo, Edith, dan Agnes adalah tiga bersaudari yatim piatu yang diperlakukan buruk oleh Ms. Hottie (Kristen Wiig) sang pemilik panti asuhan yang bengis sampai diadopsi Gru. Awalnya Gru memperlakukan mereka bertiga dengan tidak layak dan cuek, namun kerepotan menghadapi tingkah ketiganya. Margo yang paling dewasa dan selalu mencurigai Gru, Edith yang tomboi dan suka memainkan hasil ciptaan Gru, serta Agnes yang paling kecil, polos, dan maniak binatang unicorn!

Berkat bantuan 3 bersaudari ini, Gru berhasil merebut Sinar Pengecil dan memulai rencana pencurian bulan. Namun seiring menemani mereka ke taman bermain, kursus balet, dan lainnya… Gru mulai menyukai ketiganya dan perlahan menjadi ramah serta perhatian- seperti ayah yang sesungguhnya. Fokus Gru mulai terpecah antar mengurus anak dan mengejar ambisi. Saat Vector menculik Margo, Edith, dan Agnes untuk ditukar dengan sinar pengecil, akankah Gru mengorbankan impiannya untuk kehangatan keluarga?

Film animasi satu ini memang unik; kekonyolan Gru dalam “usaha menguasai dunia” bersama pasukan minion sangat kocak, aksi tiga anak angkat Gru yang menggelitik, jalan cerita yang tidak mudah ditebak, serta adegan menyentuh sebagai keluarga. Apakah kita juga siap menyediakan waktu, tenaga, bahkan hal berharga lain demi anak-anak serta sanak saudara seperti yang dilakukan Gru? Jawablah setelah menonton film ini!

Nilai:

Grafis              : 90 A+

Suara               : 90     A+

Cerita              : 90      A+

Keseluruhan   : 90 A+

How to Train Your Dragon (3D)


How to Train Your Dragon (3D)

Penulis           : Cressida Cowel

Studio             : Dreamworks

Produksi        : Paramount Pictures

Genre              : Petualangan, Fantasi

Tipe                  : CG (Computer Graphics)

Format            : DVD

Rating              : Remaja

Tahun               : 2010

“Ini adalah Pulau Berk. Jika tempat lain punya hama tikus dan belalang, kami punya… Naga.”


How to Train Your Dragon adalah film animasi yang diangkat dari novel tahun 2003 berjudul sama karya Cressida Cowel. Di penghujung lautan yang keras dan kurang beredab, terdapat Pulau Berk; tempat tinggal sekelompok bangsa Viking yang gagah perkasa, berotot tebal, serta pemberani (juga keras kepala), hidup damai dengan berburu dan menggembalakan domba. Tentu saja ada hama-hama nakal yang berusaha mencuri ternak mereka… Ups; bukan tikus, belalang, gagak, atau si kancil, tapi… NAGA! Bertarung melawan makhluk bersayap penyembur api ini adalah tugas mulia bagi bangsa Viking; maka seorang remaja terlemah (juga terkurus) di antara bangsa Viking lainnya: Hiccup Horrendeous Haddock III (Jay Baruchel), bermaksud ikut maju di baris depan. Walau dia murid pintar dari pandai besi Gobber the Belch (Craig Ferguson), Hiccup sangat lemah dan ceroboh, sehingga Stoic the Vast (Gerard Butler), ketua suku Viking sekaligus ayah Hiccup, melarangnya. Untuk membuktikan diri, Hiccup memakai pelontar meriam buatannya sendiri untuk menjatuhkan Night Fury, naga paling berbahaya, kuat, dan tak pernah dilihat sosoknya. Walau dia berhasil, tapi tak ada yang percaya. Hiccup pun nekat pergi ke tengah hutan tempat naga itu jatuh, untuk mengambil bukti kepalanya. Hiccup bertemu naga hitam yang sebenarnya tidak terlalu besar ini, yang jatuh di dekat danau karena sayap ekornya putus sebelah. Pada akhirnya Hiccup tak tega untuk membunuh naga itu dan membiarkannya, bahkan dia tidak mau lagi ikut bertempur karena takut. Sayangnya  ayah Hiccup terlanjur mendaftarkannya menjadi murid di tempat latihan khusus melawan naga, sehingga Hiccup kebingungan.

Apa Sebenarnya “Naga” Itu?

Di tengah kebingungan itu Hiccup mengunjungi naga hitam tersebut, lalu tanpa sengaja bersahabat dengannya dan memberinya nama Toothless (tak bergigi) karena melihatnya tidak punya gigi (sebenarnya punya, tapi disembunyikan). Melalui Toothless, Hiccup mempelajari setiap karakteristik naga: suka makan ikan, tidak tahan dikelitik di dagu, suka menangkap cahaya layaknya seekor kucing, dan… tidak agresif! Pandangan Hiccup tentang naga dari yang dipercayai bangsa Viking selama ini berubah; mereka bukanlah mahkluk buas kejam yang haus darah, tetapi hanya binatang liar yang suka berkelompok seperti singa dan bisa terbang seperti burung. Semua pengetahuan ini membuat Hiccup menaklukkan berbagai naga di tempat latihan tanpa kekerasan, membuat  Astrid Hofferson (America Ferrera) sang murid unggul iri. Persahabatan Hiccup dan Toothless semakin erat sampai Hiccup membuatkan sayap baru dan pelana; menunggangi Toothless, juga belajar mengendarainya dan menjadi penunggang naga pertama. Namun ayah Hiccup tak lama mengetahuinya dan marah besar; bahkan mengikat Toohtless dan mengurung Hiccup sebagai pengkhianat bangsa Viking. Tapi Hiccup tak menyerah. Bersama-sama Astrid, Snotlout Jorgenson (Jonah Hill) yang sok jago tapi berani, Tuffnut dan Ruffnut Thorston (T.J. Miller dan Kristen Wiig) anak kembar yang selalu bertengkar, Fishlegs Ingerman (Cristhoper Mintz-Plasse) anak gembul yang hafal semua status naga (ala RPG), Hiccup dan Toothless menemukan rahasia dari bangsa naga, serta alasan mereka terus menyerbu Pulau Berk. Walau bertaruh nyawa, Hiccup bersikeras membuktikan bahwa manusia dan naga bisa hidup bersama dengan saling memahami.

Pemahaman Terhadap Sesama

Film yang luar biasa ini menunjukkan dengan jelas bahwa tidak semua yang kita percayai selalu benar. Sudah sejak lama kita harus selalu mendengarkan orang lain, berbicara serta berpikir dahulu sebelum menduga-duga yang buruk, dan tak main hakim sendiri. Kenyataannya memang masih banyak sekali orang yang mudah terpancing amarah dan membuat perkelahian, yang semuanya berujung pada penderitaan keluarga serta korban warga. Namun dengan memahami satu sama lain, kita bisa menghindari pertikaian tak perlu dan membangun ikatan kekeluargaan antar sesama kita, walau berbeda dalam banyak hal.Hendaknya kita belajar dari film ini; sabar mendegarkan orang lain, berani untuk mengetahui kebenaran, dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

“Sekali lagi, ini adalah Pulau Berk. Jika tempat lain punya hewan setia anjing, kucing dan burung, kami punya… Naga.”

Nilai:

Grafis           : 90    A+

Suara           : 85    A+

Cerita           : 95    A+

Keseluruhan : 90 A+

E (0-20)        : Parah

D (21-40)      : Buruk

C (41-60)      : Kurang

B (61-80)      : Lumayan

A (81-99)      : Bagus

S (100)         : Sempurna!