Miles Edgeworth: Ace Attorney

[INVESTIGATIONS]

Pengembang  : Capcom

Penerbit        : Capcom

Genre           : Persidangan

Sistem          : Nintendo DS

Pemain          : 1 orang

Ukuran Game : 64 MB

Rating           : Remaja

Tahun           : 2009

Salam jumpa lagi, gamers! Maaf sekali, karena sudah sekian lama tidak mengupdate! Benar-benar maaf! X_X Tapi tenang, karena review game yang baru ada di sini! Sebelum mengeluarkan seri ke-5 dari game sidang Phoenix Wright, Capcom menyuguhkan kasus-kasus misteri yang penuh logika dan tak kalah seru dalam game Miles Edgewoth: Ace Attorney –INVESTIGATIONS-.

Sesuai judulnya; game kali ini menceritakan tentang Miles Edgeworth, jaksa jenius yang merupakan lawan sekaligus sahabat lama Phoenix Wright. Game ini mengambil setting di masa absen Edgewoth, tepatnya saat Phoenix Wright: Ace Attorney –Trials and Tribulations-, tepatnya setelah Edgeworth pergi ke luar negeri pada akhir Phoenix Wright: Ace Attorney –Justice For All-.

Sambutan Hangat untuk Jaksa: Kasus Pembunuhan!

Cerita dimulai dengan Edgeworth yang baru saja tiba dengan pesawat; tepatnya pada tanggal 14 Maret, jam 2 dini hari. Setelah perjalanan melelahkan dari luar negeri, jaksa berciri khas pakaian formal warna ungu tua ini akhirnya pulang kembali ke kantornya di Gedung Jaksa. Baru saja akan bersantai di dalam, Edgeworth mendapati pintu kantornya… tidak terkunci? Begitu memasuki kantornya yang gelap gulita, Edgeworth langsung mencium bau darah dan menemukan… mayat seorang detektif!! Sedetik setelah pemandangan mengerikan itu, sang pelaku masuk dan menodongkan pistol pada Edgeworth.  Walau Edgeworth selamat, sang pelaku berhasil kabur. Bukannya takut, jaksa jenius ini membuat pernyataan berani:

“Tak ada yang lolos setelah melakukan pembunuhan di kantorku. Tak ada!”

Masalah tak berhenti sampai di situ; karena setelah menyelesaikan kasus petama, muncul pesan misterius yang menyatakan kembalinya sang pencuri legendaris “Yatagarasu”, pencuri yang selalu ‘mencuri kebenaran’ dari suatu kasus, untuk membongkarnya di muka umum. Seketika ingin mencari tahu lebih lanjut, Edgeworth semakin terseret dalam intrik dengan jaksa genius lainnya Franziska von Karma, penyelidik Interpol yang garang Shi-Long Lang, bahkan gadis ninja aneh yang mengaku-ngaku “Yatagarasu ke-2”, Kay Faraday, bahkan masalah perang antara dua negara yang berseteru!!

Mulai Investigasi!

Berbeda dengan seri Ace Attorney sebelumnya; untuk mengumpulkan sidik jari, bukti foto, maupun senjata pembunuh yang bisa menjadi bukti, kita tidak lagi menunjuk bagian tertentu dari TKP dengan kursor. Sebagai Edgeworth, pemain akan berjalan mengitari ruangan dengan bebas seperti game RPG. Pemain bisa bertanya pada setiap orang yang ditemui, memeriksa rak buku, meneliti bekas peluru di dinding, membuka laci meja, dan menemukan sidik jari pada barang tertentu. Dari petugas forensik, polisi, maupun warga sipil dapat dimintai keterangan mengenai apa saja yang berhubungan dengan kasus. Edgeworth pun tidak sendirian, karena di game ini ada sistem “Partner”. Selain orang-orang yang ditemui di tempat kejadian, pemain bisa menyentuh tombol Partner di layar sentuh DS untuk meminta pendapatnya. Tergantung situasi dalam kasus, Edgeworth bisa ditemani Detektif Dick Gumshoe bawahan setianya, jaksa berumur 18 tahun Franziska von Karma ‘saudari angkat’-nya, atau bahkan Kay Faraday sang pencuri Yatagarasu yang legendaris (!?). Walau mungkin mereka tidak terlalu bisa diandalkan (terutama Gumshoe), pemain bisa bertanya pada mereka mengenai keadaan saat ini maupun membahas ulang semua informasi yang terkumpul. Semua barang maupun informasi penting yang ditemukan Edgeworth akan disimpan di Organizer, untuk digunakan sebagai petunjuk menyelesaikan kasus.

Seperti yang dikatakan Edgeworth: “Kita tidak boleh melewatkan petunjuk apapun, baik yang kecil sekalipun, jika ingin menemukan kebenaran.” Dari barang bukti yang sudah terkumpul, pemain bisa memeriksanya lagi dengan lebih teliti untuk menemukan petunjuk baru. Misalnya saja dengan memeriksa pistol, kita dapat mengetahui bahwa hanya ada satu peluru yang ditembakkan. Atau bila mencocokkan lubang peluru di dinding dengan pistol yang ditemukan tadi, kita dapat mengetahui bahwa ada 2 pistol berbeda yang digunakan oleh si pelaku! Bahkan kita bisa menemukan bercak darah, sidik jari, atau bekas lainnya sebagai bukti tegas,  jika memutar barang bukti yang didapat di sudut yang tepat!

Temukan Dengan Logika

Jika sebagai seorang pengacara, Phoenix Wright jago menggertak; sebagai seorang jaksa, Edgeworth ahli dalam bersikap tenang dan menggunakan logika. Saat memeriksa tempat kejadian, pasti ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak pemain. Setiap kumpulan informasi tersebut akan disimpan dalam pikiran Edgeworth, baik hal kecil maupun besar. Dengan menghubungkan pertanyaan-pertanyaan atau informasi tersebut satu sama lain, informasi baru akan terbentuk! Seperti “Apa hanya kebetulan pembunuhannya terjadi di kantor Edgeworth?” dengan “Setiap pintu di Gedung Jaksa terkunci rapat.”, dari kedua informasi tersebut, kita bisa secara logis berpikir bahwa kejadian in bukan kebetulan, karena tidak mungkin masuk ke dalam kantor seorang jaksa tanpa kuncinya! Walau terdengar sederhana, hal ini sangat penting untuk mengolah informasi yang ada.

Tanpa Sidang, Tanpa Hakim… Adu Argumentasi!

Didukung tim forensik dan detektif Dick Gumshoe, jaksa kita Miles Edgeworth berusaha menguak kebenaran dari berbagai kasus rumit. Namun jika lokasi tidak memungkinkan, bagaimana sidang bisa digelar!? Seperti saat Edgeworth dituduh sebagai pelaku pembunuhan di atas pesawat dengan ketinggian 9000 kaki, atau di taman bermain, bahkan museum! Di saat seperti itu, Edgeworth harus beradu Argumentasi (Rebuttal) antar penyelidik lain, petugas berwajib, bahkan warga sipil, untuk membuktikan siapalah yang benar. Seperti game Phoenix Wright sebelumnya, pemain harus melakukan “Press” (atau berkata “Hold it!”) pada lawan bicara untuk menelusuri setiap perkataan dari saksi maupun penyelidik lain, apakah benar-benar relevan atau tidak. Saat menemukan kejanggalan atau hal apapun yang tidak sama dengan fakta yang ada, pemain harus mengajukan keberatan dengan menunjukkan barang bukti yang bisa mematahkan klaim dari pihak lawan lewat “Present” (atau berkata “Objection!”), sehingga bisa mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.

Seperti saat pramugari Rhoda Teneiro menuduh Edgeworth telah membunuh korban dengan benda berlumuran darah yang dipegangnya saat menemukan mayat. Bagaimana mungkin, padahal benda itu jelas adalah sebuah dompet, yang hanya berlumuran jus anggur!? Dengan mengajukan dompet itu sebagai bukti, tuduhan pramugari tersebut dapat dipatahkan, sekaligus melepaskan tuduhan dari Edgeworth. Tapi para saksi maupun penyelidik akan terus membuat argumen baru, supaya merekalah yang dianggap benar. Apapun yang mereka lakukan, selama fakta berkata lain, pasti ada kejanggalan tersisa dalam argumentasi yang sempurna sekalipun! Dengan begini pun pemain bisa melepaskan orang lain yang seharusnya tidak bersalah dari tuduhan, sekaligus menemukan pelaku sebenarnya.

Sanggupkah Edgeworth menguak identitas pelaku, atau jati diri sang pencuri legendaris? Temukan jawabannya dalam investigasi bersama Miles Edgeworth dan kawan-kawan!!

Nilai:

Grafis           : 83    A

Suara           : 86    A+

Permainan     : 89    A+

Fitur             : 87    A

Cerita           : 95    A+

Keseluruhan : 85 A

E (0-20)        : Parah

D (21-40)      : Buruk

C (41-60)      : Kurang

B (61-80)      : Lumayan

A (81-99)      : Bagus

S (100)         : Sempurna!