Coraline

Pengembang: Papaya Studio

Penerbit         : D3 Publisher

Genre               : Petualangan

Sistem             : Playstation 2

Pemain           : 1 orang

Memory Card         : 623 kb

Rating                       : Semua Umur (10+)

Tahun                        : 2008

(Juga untuk Nintendo Wii dan DS)

Novel Horor Menembus Film dan Game!

Coraline adalah novel horor unik karangan Neil Gaiman yang mengisahkan petualangan seorang gadis kecil bernama Coraline dalam mengarungi dunia lain. Gayanya yang apik dan sangat lain dari novel horror sejenis membuat novel ini diangkat ke layar lebar serta video game sekaligus. Walau termasuk dalam genre horor, cerita Coraline tidaklah sadis seperti Resident Evil ataupun mengejutkan jantung seperti The Ring. Kisah ini lebih mengangkat ‘horor’ secara mentalitas dari pikiran anak usia sekolah; membuat suasana mencekam yang bisa dinikmati anak kecil maupun orang dewasa. Siapapun yang menonton film atau memainkan game Coraline tidak perlu menarik nafas dalam-dalam atau minta ditemani orang serumah; ‘’Coraline’’ justru sangat mengasyikkan untuk disimak sekeluarga. Intinya, ‘’Coraline’’ adalah cerita horor untuk semua kalangan usia!

Dunia Nyata Yang Membosankan

Ya, benar. Kata-kata di atas pasti sering keluar dari mulut anak-anak jaman 948788_20081121_screen003sekarang. Setiap hari adalah hari damai yang dilalui dengan bangun tidur, pergi sekolah, belajar, bermain, makan, dan tidur. Tidak ada hal yang menarik ataupun menegangkan, membuat mereka seringkali menjadi malas. Kurang lebih semua perasaan itulah yang dialami oleh Coraline, …walau dalam konteks berbeda. Coraline adalah anak tunggal sebuah keluarga kecil yang hanya terdiri dari dia, ayah, dan ibunya. Mereka baru saja pindah ke suatu daerah dekat hutan yang memilki sebuah sumur tua; dengan kenalan orang tuanya di rumah yang sama: 2 wanita tua pensiunan pemain panggung a dan b, serta Pak Bobinsky yang merupakan pemain akrobat dan pesulap handal yang sekarang sudah agak renta. Setiap hari ayah dan ibu Coraline sibuk bekerja dengan laptop masing-masing, dan sama sekali tidak bisa mengajaknya bermain atau sekedar berkeliling. Dua bibi Spink dan Forcible yang tinggal di basement rumah pun hanya bergosip ria tentang masa kejayaan mereka dulu, dan memaksa Coraline mendengarkan. Pak Bobinsky juga hanya mampu menunjukkan aksi sederhana yang masih bisa dilakukannya, itupun setelah dibantu Coraline. Anak laki-laki kusam aneh Wybie yang mengajak Coraline bermain pun ternyata sangat cerewet dan menyebalkan (menurut Coraline). Tambah lagi selain ayah dan ibunya, semua orang salah memanggil namanya dengan ‘’Caroline’’… Ugh! Sempurna sudah kebosanan abadi bagi Coraline.

Dunia Lain Yang Menyenangkan…???

Suatu malam, saat mengejar kucing Pak Bobinsky yang mengganggu tidurnya, 948788_20081121_screen004Coraline menemukan sebuah pintu kotak kecil di ruang tamu. Pintu ajaib itu ternyata menuntun Coraline ke… ruang tamu? Memang itu ruang tamu rumahnya, tapi terasa ada yang berbeda… Tak lama Coraline mendengar suara dari arah dapur dan memeriksanya. Ternyata ada yang sedang memanggang kue, yaitu ibu Coraline… dengan MATA KANCING!!?? Itu bukan ibu Coraline!! Dengan senyum, ‘orang’ itu mengenalkan dirinya sebagai ‘’Ibu Lain’’ (Other Mother) 948788_20081121_screen007dari Coraline, lalu mengajak Coraline mempersiapkan kue panekuk. Karena sepertinya Ibu Lain tidak bermaksud jahat, Coraline setuju membantunya seperti ibunya yang asli. Sejak hari itu, Coraline pulang-pergi ke dunia lain tersebut. Di sana Coraline bertemu dengan segala kebalikan dari dunia nyata yang membosankan. Selain Ibu Lain yang selalu menghidangkan masakan lezat, ada Ayah Lain (Other Father) yang mengajar Coraline bermain piano. Pak Bobinsky Lain (Other Mr. Bobinsky) terlihat begitu m uda dan sehat, sehingga mampu menampilkan pertunjukkan sulap yang spektakuler. Bibi Spink dan Forcible Lain (Other Ms. Spink danForcible) juga tampak muda dan cantik seperti masa kejayaan mereka baru dimulai; mereka mengajak Coraline naik 948788_20081121_screen006panggung dan melakukan atraksi meriah. Tak ketinggalan Wybie Lain (Other Wybie) yang tidak banyak berulah dan selalu menemani Coraline bermain petak umpet atau menonton pertunjukkan. Walau mereka semua memiliki mata kancing yang agak menyeramkan, Coraline senang-senang saja selama mereka memberinya kebahagiaan yang tak ada habisnya dibandingkan dengan orang-orang aslinya yang membosankan. …Itu hanya sampai Coraline menemukan 3 anak hantu yang disekap di ruang bawah tanah rumahnya yang lain, dan  kedua orang tua Coraline yang asli hilang, membuatnya tak bisa tidur sepanjang malam. Serta saat Coraline diberi hadiah sepasang mata kancing oleh Ayah dan Ibu Lain… Untuk menjadi sama dengan mereka; manusia bermata kancing, dan tinggal di sana selamanya!!!

948788_20081121_screen001Sebagai Coraline, kamu akan dikenalkan semua tokoh dari dunia nyata dan dunia lain sambil bertualang. Coraline akan mengarungi berbagai tempat aman dan berbahaya hanya dibekali ketapel, lampion kunang-kunang, dan keberaniannya sendiri. Dari setiap tempat seperti ruang tamu, dapur, basement, hutan, sampai lumbung serta sumur tua, kamu akan menemukan ratusan mini game. Mini game tersebut antara lain menebak 2 gambar yang sama dari kartu, menebak koin yang berpindah antar 3 mangkuk, mencoret-coret poster dengan spidol, menggiring bola ke gawang, men-juggle bola, dan lain-lain. Mini game tersebut terkadang tersembunyi; berarti tanpa instruksi apapun, kamu melakukkannya: seperti ada gawang kosong dan bila kamu menggiring bola, kamu akan mendapat kancing! Kancing? Ya, kancing adalah semacam poin yang kamu kumpulkan sepanjang permainan dari berbagai mini game tersebut. Selain mini game bebas yang disebutkan di atas, terdapat mini game yang harus dimenangkan demi kelanjutan jalan cerita. Seperti menemukan benda biru di dalam rumah sebagai ‘tugas’ dari ayah, membantu Pak Bobinsky bermain sulap, menemani bibi Spink serta Forcible memainkan kartu ‘’Go Fish’’, mengumpulkan apel segar dengan ketapel, menangkap kue penekuk yang dimasak Ibu Lain, menebak hamster sirkus Pak Bobinsky Lain, beraksi di panggung bersama bibi Spink dan Forcible Lain, sampai ‘menaiki’ sepeda Wybie menelusuri jalan setapak di bukit tanpa terjatuh! Semua dilakukan dengan kombinasi 4 tombol arah, 4 tombol aksi, dan putaran 2 tombol analog; masing-masing mencakup gerakan berbeda.

948788_20081121_screen002Keseluruhan permainan Coraline berpusat pada mini game; baik yang dimainkan Coraline sendiri maupun bersama tokoh lainnya. Walau berupa mini game sederhana, tapi semuanya benar-benar menguji reflek gerakan mata, reflek jari tangan, ketelitian, serta daya ingat dan konsentrasi. Jangan khawatir bila tidak bisa menyelesaikan sebuah mini game yang menentukan jalan cerita; Karena kamu bisa tetap melewatinya dengan membayar sejumlah kancing. Tapi hati-hatilah karena untuk mini game ‘pertarungan-pertarungan terakhir’, kamu harus melewatinya dengan jujur. Berbagai kancing yang kamu kumpulkan bisa dipakai untuk membeli kostum baru Coraline, gambar dan potongan film dari permainan, juga sketsa dan kode-kode rahasia. Grafis dari game ini tidak jauh berbeda dengan film layar lebarnya; menyampaikan suasana menegangkan yang unik. Pengisian suara setiap karakternya terutama Coraline bisa dibilang sempurna; karena memakai ackor yang sama dengan filmnya; dan kesan dari setiap tokoh begitu kuat. Sayang game ini tergolong terlalu cepat untuk ditamatkan walaupun sudah bagus karena menyesuaikan dengan skenario filmnya;  serta fitur lainnya seperti Movie dan Sketch Gallery cukup bagus tapi masih kurang bervariasi. Meski demikian, game ini tetap terlalu sayang untuk dilewatkan. Bila kamu mengharapkan petualangan horor yang santai dan menyenangkan bersama keluarga, ‘’Coraline’’ adalah pilihan tepat!

Nilai:

Grafis             : 75      B++

Suara             : 80      B++

Permainan   : 80      B++

Fitur                : 75      B++

Cerita                        : 80      B++

Keseluruhan            : 78      B++

E (0-20)          : Parah

D (21-40)       : Buruk

C (41-60)       : Kurang

B (61-80)        : Lumayan

A (81-99)       : Bagus

S (100)                       : Sempurna!

Advertisements