Tag Archive: movie


Rapunzel: A Tangled Tale


Rapunzel : A Tangled Tale (3D)

Penulis          : Dan Fogelman

Studio           : Walt Disney Animation Studios

Produksi        : Walt Disney Pictures

Produser       : Roy Conli

Pengarah       : Nathan Greno, Byron Howard

Genre           : Musikal, Komedi

Tipe              : CG (Computer Graphics)

Format                   : DVD

Rating           : Semua Umur

Tahun           : 2010

 

 

“Flower, gleam and glow.”

(Bunga, memancar dan bersinar.)

 

“Let your powers shine.”

(Biarkan kekuatanmu bersinar.)

 

“Make the clock reverse.”

(Balikkan alur waktu.)

 

“Bring back what once was mine.”

(Kembalikan apa yang dulu milikku.)

 

“Heal what has been hurt.”

(Sembuhkan yang telah terluka.)

 

“Change the fate’s design.”

(Mengubah suratan takdir.)

 

“Save what has been lost.”

(Selamatkan yang telah hilang.)

 

“Bring back what once was mine.”

(Kembalikan apa yang dulu milikku.)

 

“What once was mine.”

(Apa yang dulu milikku.)

 

Bunga Ajaib dan Putri Berambut Emas

Zaman dahulu kala… Ya, ya, ya. Ini memang cerita dongeng, terus kenapa!? *ehem* Jauh di dalam hutan ada sebuah bunga ajaib berwarna emas, yang ditemukan wanita tua bernama Gothel (Donna Murphy). Kenapa ajaib? Bila seseorang menyanyikan lagu di hadapan bunga itu, maka waktu akan berputar terbalik. Luka, penyakit, dan sebagainya menjadi sembuh– Bahkan usia pun jadi muda kembali! Selama berabad-abad, Gothel berulangkali membuat dirinya muda kembali dengan kekuatan bunga ini dan hidup abadi. Namun dia merahasiakan keberadaan bunga ini dan memakainya hanya untuk dirinya sendiri.

 

Lama kemudian, di suatu kerajaan sang Ratu sedang sakit keras. Tak ada dokter atau obat yang bisa manjur di lingkungan kerajaan, sehingga sang Raja mengerahkan seluruh pasukan untuk mencari apapun yang bisa menyembuhkan penyakit sang Ratu. Pencarian demi pencarian, pasukan sampai di hutan tempat bunga ajaib berada. Karena kecerobohan Gothel, pasukan kerajaan berhasil menemukan bunga itu dan membawanya pulang. Dengan obat yang dibuat dari bunga ajaib, sang Ratu sembuh kembali. Tidak hanya itu: bayi yang saat itu dikandung sang Ratu mewarisi kekuatan ajaib bunga tersebut- Seorang bayi perempuan berambut emas, warna pirang keemasan seperti warna sinar ajaib bunga tersebut, yang diberi nama Rapunzel (Mandy Moore).

 

Gothel tak tinggal diam dan berusaha merebut kekuatan ajaib itu kembali. Ternyata dalam rambut emas Rapunzel tersimpan kekuatan yang sama denga bunga itu, selama lagunya dinyanyikan. Sayang, saat memotong sebgian rambut Rapunzel untuk dibawa pulang, rambut yang dipotong justru berubah warna menjadi coklat dan kehilangan kekuatannya. Gothel mengubah rencana: menculik Rapunzel dan membawanya jauh ke menara tinggi dan tersembunyi di dalam hutan! Raja dan Ratu serta seluruh pasukan mati-matian mencarinya, tapi tidak berhasil. Lalu dilaukan tindakan khusus: setiap tahun di hari kelahiran Rapunzel, seluruh penduduk akan menyalakan lentera cahaya dan mengapungkannya di langit, sebagai tanda agar suatu saat Rapunzel bisa kembali.

 

Lentera bersinar di Langit Malam

Gothel lalu membesarkan Rapunzel dengan berpura-pura sebagai ibunya; setiap hari mengajari lirik lagu ajaib tersebut, serta tidak mengizinkannya keluar sekali pun dengan alasan bahwa ‘dunia itu berbahaya’ dan orang lain hanya ingin merebut kekuatan rambut emas Rapunzel. Tahun-tahun berlalu… Gothel membiarkan rambut emas Rapunzel terus tumbuh panjang tanpa mencukurnya sekalipun agar terus bisa memanfaatkan kekuatannya. Alhasil rambut emas Rapunzel menjadi sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, SANGAT, AMAT-SANGAT-PANJANG. *hosh, hosh*

 

Menjelang ulang tahunnya yang ke-18, Rapunzel mencapai puncak kebosanan tinggal di menara. Kegiatan setiap hari hanya menyapu, mengepel lantai, melap jendela, memasak, melukis di dinding, bernyanyi, dan bermain bersama bunglon sahabatnya: Pascal. Rapunzel sungguh penasaran pada semua lentera bersinar yang terbang di langit di setiap hari ulang tahunnya. Setiap malam Rapunzel memimpikan bisa melihatnya usatu hari nanti; yang menurut perasaannya, itu adalah sesuatu yang sangat penting. Rapunzel pun memberanikan diri meminta ‘ibu’-nya Gothel, agar dia dapat pergi melihat dunia luar. …Yang tentunya ditolak mentah-mentah, membuat Rapunzel kecewa.

 

“Flynn Rider sang Pencuri”

Sementara itu, tersebutlah sang pencuri ulung, licik, dan tampan (?) bernama Flynn Rider (Zachary Levi). Berkoalisi dengan Stabbington Brothers (Ron Perlman), Flynn mencuri mahkota putri dari kerajaan dan jadi buronan nomor 1. Dengan kelicikannya Flynn menipu Stabbington Brothers dan kabur sendirian sambil membawa mahkota curian tersebut. Setelah dikejar-kejar kuda putih pasukan kerajaan yang super gigih bernama Maximus, Flynn berhasil lolos sambil tak sengaja menemukan menara tempat Rapunzel tinggal. Setelah memanjat dengan susah payah, Flynn bertemu dengan Rapunzel- setelah dipukul sampai pingsan dengan penggorengan, sih.

 

Setelah kaget dengan rambut super panjang, dicurigai, diinterogasi, dan berdebat sengit, Flynn setuju memandu Rapunzel ke kerajaan untuk melihat lentera bersinar, supaya Rapunzel mengembalikan makhota curiannya. Berbekal kenekatan, Flynn, Rapunzel, dan Pascal keluar dari menara lalu menyusuri hutan. Setelah pertemuan kembali (juga perkelahian dan kejar-kejaran) dengan Maximus, ketiga- keempatnya memutuskan untuk bekerja sama menuju kerajaan. Di perjalanan mereka bertemu banyak orang yang agak… ehm, aneh seperti kumpulan bandit ala bajak laut. Belum lagi terjebak banjir di dam, terlibat pertarungan pedang, penggorengan, dan rambut (??), serta Stabbington Brothers dan Gothel yang terus menerus mengejar tanpa henti.

 

Walau awalnya saling kerja sama secara terpaksa, di sela-sela petualangan ini, hubungan Flynn dan Rapunzel semakin dekat. Dari berusaha membujuk Rapunzel pulang, disandera para bandit, berkelahi dengan Maximus, ketakutan akan kekuatan ajaib rambut Rapunzel, dll sampai saling mebuka diri satu sama lain dengan Rapunzel, Flynn semakin jauh dari tujuan hidupnya semula. Flynn menjadi sahabat Maximus, dan orang yang berharga bagi Rapunzel. Apakah Fynn akan melupakan hasil curiannya demi Rapunzel? Apa Rapunzel sendiri bisa percaya sepenuhnya pada Flynn ketika sang ibu Gothel menerornya? Terakhir, apa Raja dan Ratu bisa mendapatkan Rapunzel kembali sebagai anak?? Lalau bagaimana jadinya saat Flynn tertangkap pasukan kerajaan!??

 

Penuh adegan musikal yang lucu, konyol, tapi tetap menyentuh dan dramatis, film Rapunzel terbaru ini menjadi salah satu andalan Disney. Rambut Rapunzel yang luar biasa panjang serta Pascal yang imut dan sanggup berubah warna saja sudah bisa memikat hati penonton di belasan menit pertama. Belum lagi Flynn yang cerdik (cermat dan agak licik) beraksi sok keren tapi sebenarnya tetap konyol. Maximus sang kuda putih pemberani; lebih pintar dari penunggangnya sang komandan pasukan kerajaan (M. C. Gainey)- sanggup melacak Flynn dengan endusan ala anjing, lompatan ala kucing, serta kegigihan bagai kuda (dia memang kuda!) lengkap dengan wajah menyebalkan. Tidak lupa kekonyolan bandit bertangan kait (Brad Garret), bandit berhidung besar (Jeffrey Tambor) serta Vladimir (Richard Kiel), penduduk, pasukan kerajaan, dan Gothel sendiri.

 

Seperti halnya film musikal ala Disney; setiap adegan dibumbui bukan hanya dengan kisah yang epik serta romantis, tapi juga lagu-lagu orisinil yang dinyanyikan setiap karakternya. Pengekspresian setiap kata-kata dalam lagunya sungguh mencerminkan perasaan karkaternya saat itu, Seperti lagu saat Rapunzel melamunkan impiannya, saat Gothel menekankan ketegasan larangannya, saat para bandit mengungkapkan impian terpendam mereka, lalu tentunya saat Flynn dan Rapunzel melihat ‘cahaya’ dalam diri satu sama lain… Ehem-ehem! 😄

 

Dikemas dalam grafis 3 Dimensi (3D) yang memukau, film Rapunzel: A Tangled Tale ini sungguh luar biasa hampir dalam setiap aspek. Selain aspek para karakter dan aktor barusan, juga lingkungan hutan, kota kerajaan, dan terutama lentera bersinar sungguh indah dipandang mata. Berbeda dengan Dreamworks, film animasi ini selain kekonyolan dan rasa humor, lebih menekankan pada sisi kemanusiaan serta romantisme antara dua tokoh utama. Gerak tubuh dan ekspresi mereka sungguh terpancar jelas melalui grafis 3 Dimensi dan pembawaan sempurna para aktor-aktrisnya. Yang bukan penggemar kisah romantis atau serial cantik sekalipun pasti bisa menikmai film ini sebagai suatu karya yang membekas di hati bagai kisah-kisah dongeng klasik Disney yang terus ada di dalam hati kita. Film animasi Disney paling menyentuh di tahun 2010!!

 

Nilai:

Grafis              : 1o0 S

Suara               : 100     S

Cerita              : 90      S

Keseluruhan   : 97 A++

 

MEGAMIND (3D)


Megamind (3D)

Penulis          : Alan J. Schoolcraft, Brent Simons

Studio           : Dreamworks Animation

Produksi        : Paramount Pictures

Genre           : Super Hero, Komedi

Tipe              : CG (Computer Graphics)

Format                   : DVD

Rating           : Semua Umur

Tahun           : 2010

 

Alkisah, di penghujung alam semesta, ada dua planet yang terhisap oleh lubang hitam (Black Hole). Dalam umur 8 hari, Megamind (Will Ferrel) sang bayi alien berkepala besar dikirim oleh orang tuanya dengan kapsul angkasa ke Bumi bersama Minion (David Cross) pengikut setianya untuk menyelamatkan diri. Dalam perjalanan, ternyata ada kapsul lain (dari planet satunya), yaitu Metro Man (Brad Pitt). Setelah saling bertubrukan sepanjang jalan, akhirnya Megamind sampai di Bumi, tepat di rumah megah keluarga kaya yang hangat- …Sampai Metro Man menghempaskannya ke penjara kota yang usang dan kotor.

 

Metro Man tumbuh dengan kekuatan ala Superman: tenaga kuat, badan sekeras baja, bisa terbang, sinar laser dari mata, dll. Sementara Megamind dibesarkan kriminal menjadi penjahat dengan memakai otak BESAR-nya yang jenius. Tidak senang, pihak berwajib mengirim Megamind ke “Sekolah Anak Berbakat Khusus” untuk meluruskannya- tapi Metro Man juga berada di sekolah itu. Sementara Metro Man dikagumi oleh seisi sekolah atas semua kekuatannya yang luar biasa, Megamind dikucilkan dan selalu menyendiri. Setiap usaha Megamind berakhir dengan kekacauan, sedangkan Metro Man selalu berhasil. Lalu Megamind sadar: mungkin dia memang cocok untuk membuat kekacauan. Mungkin dia memang ditakdirkan untuk menjadi penjahat! Berbekal tekad tersebut, Megamind meledakkan sekolah dengan cat biru, lalu memulai karir sebagai penjahat. Bukan penjahat biasa- Penjahat Super (Super Villain)! Tahun-tahun berlalu; Metro Man tumbuh dewasa menjadi pahlawan super yang melindungi Kota Metro, dan Megamind menjadi penjahat super yang selalu meneror kota dengan robot-robot ciptaannya.

 

Pertarungan demi pertarungan, Metro Man selalu mengalahkan Megamind dan menjebloskannya ke penjara. Setelah itu pulalah Megamind suskes melarikan diri dan kembali menyusun ‘rencana jahat’ berikutnya. Suatu hari, Megamind menculik Roxanne Richi (Tina Fey) sang reporter TV kota (untuk ke-sekian kalinya) demi memancing Metro Man ke perangkap laser. Walau ada kesalahan dalam rencana itu, secara tak terduga Megamind berhasil menghabisi riwayat Metro Man. Terkejut atas keberhasilan ini, Megamind pun mengambil alih seisi kota dan membuat kejahatan merajarela.

 

Namun itu hanya sebentar. Tak lama, Megamind merasa hidupnya hampa. Megamind menyadari, bahwa yang paling dia senangi adalah bertarung menggunakan ‘bakat jahat’-nya sampai maksimal- Yang tanpa pahlawan hebat seperti Metro Man, tak ada artinya. Setelah berteman dengan Roxanne menggunakan penyamaran Bernard (Ben Stiller), Megamind memutuskan untuk ‘membuat’ pahalwan super baru sebagai lawan. Meskipun ditentang oleh Minion, Megamind tetap membuat pistol DNA berisikan semua kekuatan super Metro Man (yang diambil dari ketombenya) dan mencari siapa yang cocok menjadi pahlawan baru. Sayangnya Hal Stewart (Jonah Hill) kameramen teman Roxanne yang terpilih (secara tak sengaja) sebagai pahlawan super baru “Titan” bukanlah orang tepat. Lelah dengan hidup pas-pasan dan perasaan terpendam pada Roxanne, Hal atau Titan justru merampok bank seperti penjahat. Megamind pun kalah melawannya, serta hubungan cintanya dengan Roxanne (dengan penyamaran Bernard) ketahuan dan membuatnya ditolak, patah hati. Setelah seisi Kota Metro porak poranda oleh Titan, Megamind bekerja sama dengan Roxanne untuk mencari cara mengalahkannya. Ketika keduanya menemukan rahasia tersembunyi tentang Metro Man, sanggupkah Megamind memberanikan diri menantang Titan kembali? Bukan sebagai sesama penjahat, tetapi sebagai… Pahlawan.

 

Film animasi Dreamworks kali ini memang lain dari yang lain. Sekilas mengusut tema Super Hero, namun plot dan pembawaan ceritanya sangat jauh berbeda dengan film sejenis seperti Superman, Batman, atau X-Men. Selain fokus utama ada di si penjahat, pembawaan adegan setiap detil kehidupan Megamind sangat aneh, tidak umum, dan lucu luar biasa. Hubungan sahabat antar Megamind yang jenius tapi sering salah tingkah dan Minion yang eksentrik tapi setia (sangat menyentuh namun konyol), Roxanne yang berani tapi ceroboh, Metro Man yang terlalu banyak ‘eksyen’, serta segudang tindakan lucu lainnya. Gayanya yang sangat berbeda namun dikemas secara (hampir) sempurna, tidak banyak basa-basi dan menggelitik perut penonton setiap menitnya, juga lengkap dengan pesan moral akan pilihan hidup. Akankan kita mengikuti alur begitu saja atau mencoba ‘menggebrak’ segala elemen umum yang ada selama ini demi masa depan yang baru dan lebih cerah seperti Megamind? Cerita yang unik dan benar-benar terasa fresh dalam nuansa 3D yang cemerlang, dijamin menggugah hati veteran penonton film sekalipun! Film animasi tersegar tahun 2010!

 

Nilai:

Grafis              : 90 A+

Suara               : 90     A+

Cerita              : 100      S

Keseluruhan   : 93 A+

 

Despicable Me


Despicable Me (3D)

Penulis        : Ken Daurio, Cinco Paul

Studio          : Illumination Entertainment

Produksi     : Universal Pictures

Genre           : Komedi, Keluarga

Tipe              : CG (Computer Graphics)

Format        : DVD

Rating          : Semua Umur

Tahun           : 2010

Heboh! Piramida Giza di Mesir telah dicuri!? Pencurian terhebat abad ini telah menggemparkan seisi dunia, dan semua mencurigai satu orang… Gru! Gru (Steve Carrel) adalah penjahat super yang memiliki otak jenius dan sangat kejam (?). Namun pelakunya adalah Vector (Jason Segel); yang membuat Gru iri dan segera mengeluarkan rencana terhebatnya, yaitu… MENCURI BULAN! Gru meminta dana pada Mr. Perkins (Will Arnett), presiden Bank Kejahatan, yang sayangnya ditolak karena prestasi payah Gru dalam dunia kriminal. Tapi Gru diberi kesempatan untuk memperoleh dana, asalkan berhasil mengambil Shrink Ray (Sinar Pengecil) dari markas rahasia Asia Timur.

Sialnya, setelah susah payah mendapatkan Sinar Pengecil, Vector merebutnya dari Gru. Gru mengejar, tapi tak berdaya menghadapi senjata canggih Vector. Saat kehabisan akal, Gru melihat 3 gadis yatim piatu: Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier), dan Agnes (Elsie Fisher) bisa masuk ke dalam markas Vector dengan mudah sebagai penjual kue. Gru pun mendapat ide untuk mengadopsi ketiga anak itu, agar bisa merebut kembali Sinar Pengecil dari Vector!

Gru dibantu oleh anak buah menyerupai alien berbentuk kapsul kuning dan konyol: pasukan minion (Tim, Bob, Mark, Phil, Stuart, Dave, Jerry, dll), serta asisten jenius Dr. Nefario (Russel Brand). Apa jadinya jika harus merawat 3 orang anak? Sebelumnya Margo, Edith, dan Agnes adalah tiga bersaudari yatim piatu yang diperlakukan buruk oleh Ms. Hottie (Kristen Wiig) sang pemilik panti asuhan yang bengis sampai diadopsi Gru. Awalnya Gru memperlakukan mereka bertiga dengan tidak layak dan cuek, namun kerepotan menghadapi tingkah ketiganya. Margo yang paling dewasa dan selalu mencurigai Gru, Edith yang tomboi dan suka memainkan hasil ciptaan Gru, serta Agnes yang paling kecil, polos, dan maniak binatang unicorn!

Berkat bantuan 3 bersaudari ini, Gru berhasil merebut Sinar Pengecil dan memulai rencana pencurian bulan. Namun seiring menemani mereka ke taman bermain, kursus balet, dan lainnya… Gru mulai menyukai ketiganya dan perlahan menjadi ramah serta perhatian- seperti ayah yang sesungguhnya. Fokus Gru mulai terpecah antar mengurus anak dan mengejar ambisi. Saat Vector menculik Margo, Edith, dan Agnes untuk ditukar dengan sinar pengecil, akankah Gru mengorbankan impiannya untuk kehangatan keluarga?

Film animasi satu ini memang unik; kekonyolan Gru dalam “usaha menguasai dunia” bersama pasukan minion sangat kocak, aksi tiga anak angkat Gru yang menggelitik, jalan cerita yang tidak mudah ditebak, serta adegan menyentuh sebagai keluarga. Apakah kita juga siap menyediakan waktu, tenaga, bahkan hal berharga lain demi anak-anak serta sanak saudara seperti yang dilakukan Gru? Jawablah setelah menonton film ini!

Nilai:

Grafis              : 90 A+

Suara               : 90     A+

Cerita              : 90      A+

Keseluruhan   : 90 A+